Tafsir Surat Al Imran ayat 174 , Fanqalabu Binimatin Mina Allahi Wa Fađlin Lam Yamsas/hum
﴿فَانقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ﴾
[ آل عمران: 174]
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. [Al Imran: 174]
Fanqalabu Binimatin Mina Allahi Wa Fađlin Lam Yamsas/hum Suun Wa Attabau Riđwana Allahi Wa Allahu Dhu Fađlin Azimin
Tafsir Al-mokhtasar
Maka setelah mereka kembali dari pertempuran ḥamrā`ul asad, mereka mendapatkan pahala yang sangat besar dari Allah dan mendapatkan derajat, serta selamat dari musuh, tidak ada yang terbunuh dan tidak ada yang terluka.
Dan mereka melakukan apa yang mengundang rida Allah kepada mereka, yakni senantiasa patuh dan tidak durhaka kepada-Nya.
Dan Allah memiliki anugerah yang sangat besar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Terjemahan - Muhammad Quraish Shihab
Mereka kemudian pergi untuk berperang menghadapi pasukan yang besar.
Akan tetapi, orang-orang musyrik itu tidak berani bertempur.
Orang-orang Mukmin pulang kembali dengan membawa kemenangan berupa nikmat keselamatan yang disertai dengan semangat perang dan pahala yang diperoleh.
Mereka juga mendapatkan karunia Allah berupa rasa takut yang ditimpakan ke dalam hati musuh-musuh mereka, hingga akhirnya orang-orang Mukmin tidak menderita apa-apa.
Mereka, orang-orang Mukmin, hanya mengharapkan perkanan Allah semata.
Dengan begitu, mereka berhak menerima karunia-Nya.
Dan Allah adalah pemilik karunia yang amat besar
Tafsir al-Jalalain
( Maka kembalilah mereka ) dari Badar ( dengan nikmat dan karunia dari Allah ) yakni keselamatan dan keuntungan ( tanpa mendapat bencana ) baik luka atau kematian ( dan mereka mengikuti keridaan Allah ) yakni dengan menaati-Nya dan rasul-Nya supaya keluar berperang.
( Dan Allah mempunyai karunia yang besar ) terhadap ahli taat dan ibadah.
Tafseer Muntakhab - Indonesian
Mereka kemudian pergi untuk berperang menghadapi pasukan yang besar.
Akan tetapi, orang-orang musyrik itu tidak berani bertempur.
Orang-orang Mukmin pulang kembali dengan membawa kemenangan berupa nikmat keselamatan yang disertai dengan semangat perang dan pahala yang diperoleh.
Mereka juga mendapatkan karunia Allah berupa rasa takut yang ditimpakan ke dalam hati musuh-musuh mereka, hingga akhirnya orang-orang Mukmin tidak menderita apa-apa.
Mereka, orang-orang Mukmin, hanya mengharapkan perkanan Allah semata.
Dengan begitu, mereka berhak menerima karunia-Nya.
Dan Allah adalah pemilik karunia yang amat besar.
Tafsir Al-wajiz
Maka dengan bekal keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka kembali pulang dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah berupa pahala kebaikan, kesejahteraan, dan kemuliaan, mereka tidak ditimpa suatu bencana atau suatu hal yang tidak mereka sukai, dan tidak berjumpa dengan seorang musuh dan mereka mengikuti keridaan Allah dengan mengikuti perintah-Nya.
Allah mempunyai karunia yang besar yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah, baik di dunia berupa kemenangan, maupun di akhirat kelak berupa kebahagiaan abadi.
Tafsir Al-tahlili
Dengan keimanan dan tekad yang kuat itu akhirnya mereka dapat ke Medinah.
Abu Sufyan dan tentaranya tidak jadi melakukan serangan terhadap mereka.
Mereka sama sekali tidak mengalami panderitaan dan mereka tetap dalam keridaan Allah.
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka - Terjemahan
| English | Türkçe | Indonesia |
| Русский | Français | فارسی |
| تفسير | Bengali | Urdu |
فانقلبوا بنعمة من الله وفضل لم يمسسهم سوء واتبعوا رضوان الله والله ذو فضل عظيم
سورة: آل عمران - آية: ( 174 ) - جزء: ( 4 ) - صفحة: ( 73 )transliterasi Indonesia
fangqalabụ bini'matim minallāhi wa faḍlil lam yamsas-hum sū`uw wattaba'ụ riḍwānallāh, wallāhu żụ faḍlin 'aẓīm
We try our best to translate, keeping in mind the Italian saying: "Traduttore, traditore", which means: "Translation is a betrayal of the original text".
Ayats from Quran in Bahasa Indonesia
- Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk
- masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.
- Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
- Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
- Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan
- Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
- (Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat
- padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
- Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.
Surah Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia :
Unduh surat dengan suarh qari paling terkenal:
surah mp3 : choose the reciter to listen and download the chapter Complete with high quality
Ahmed El Agamy
Bandar Balila
Khalid Al Jalil
Saad Al Ghamdi
Saud Al Shuraim
Al Shatri
Abdul Basit
Abdul Rashid Sufi
Fares Abbad
Maher Al Muaiqly
Al Minshawi
Al Hosary
Mishari Al-afasi
Nasser Al Qatami
Yasser Al Dosari
Sunday, February 22, 2026
لا تنسنا من دعوة صالحة بظهر الغيب



