Tafsir Surat An-Naziat ayat 33 , Mataaan Lakum Wa Lianamikum
Tafsir Al-mokhtasar
Semua itu merupakan manfaat bagi kalian -wahai manusia- dan untuk hewan-hewan ternak kalian.
Maka Żat yang menciptakan ini semua tidak akan kesulitan untuk mengulangi penciptaan mereka dari awal lagi.
Terjemahan - Muhammad Quraish Shihab
sebagai suatu kenikmatan bagi manusia dan binatang ternak
Tafsir al-Jalalain
( Untuk kesenangan ) lafal Mataa’an berkedudukan menjadi Maf’ul Lah bagi lafal yang tidak disebutkan, lengkapnya, Dia melakukan hal tersebut untuk kesenangan.
Atau lafal Mataa’an ini dianggap sebagai Mashdar, artinya memberikan kesenangan ( buat kalian dan buat binatang-binatang ternak kalian ) lafal An’aam ini adalah jamak dari lafal Na’amun artinya binatang ternak mencakup unta, sapi, dan kambing.
Tafseer Muntakhab - Indonesian
sebagai suatu kenikmatan bagi manusia dan binatang ternak.
Tafsir Al-wajiz
Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu.
Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.
Tafsir Al-tahlili
Semuanya itu untuk kesenangan manusia dan hewan-hewan ternaknya.
Dengan demikian, manusia dan hewan-hewan itu dapat hidup dengan tenang dan mencari rezeki dengan melakukan berbagai kegiatan.
Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah yang lain:
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ شَرَابٌ وَّمِنْهُ شَجَرٌ فِيْهِ تُسِيْمُوْنَ ١٠
Dialah yang telah menurunkan air ( hujan ) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya ( menyuburkan ) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.
( an-Naḥl/16: 10 )
Setelah mempelajari kandungan ayat-ayat tersebut yang ditujukan untuk meyakinkan tentang adanya hari kebangkitan, maka sepatutnya menjadi bahan renungan bahwa Tuhan yang telah menciptakan manusia dan menciptakan apa-apa yang diperlukan untuk kehidupannya, yang telah mengangkat langit di atas dan menghamparkan bumi di bawah, tidakkah berkuasa untuk membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat? Pantaskah Allah membiarkan manusia melakukan perbuatan yang sia-sia setelah menyiapkan sarana bagi mereka dan menghimpun kebaikan-kebaikan yang melimpah ruah itu untuk mereka?
(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. - Terjemahan
| English | Türkçe | Indonesia |
| Русский | Français | فارسی |
| تفسير | Bengali | Urdu |
We try our best to translate, keeping in mind the Italian saying: "Traduttore, traditore", which means: "Translation is a betrayal of the original text".
Ayats from Quran in Bahasa Indonesia
- Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
- Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia
- Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah
- Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,
- Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.
- Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
- Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum
- Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya
- Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.
- Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha
Surah Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia :
Unduh surat dengan suarh qari paling terkenal:
surah mp3 : choose the reciter to listen and download the chapter Complete with high quality
Ahmed El Agamy
Bandar Balila
Khalid Al Jalil
Saad Al Ghamdi
Saud Al Shuraim
Al Shatri
Abdul Basit
Abdul Rashid Sufi
Fares Abbad
Maher Al Muaiqly
Al Minshawi
Al Hosary
Mishari Al-afasi
Nasser Al Qatami
Yasser Al Dosari
Wednesday, July 15, 2026
لا تنسنا من دعوة صالحة بظهر الغيب



