Tafsir Surat Al-Muminun ayat 68 , Afalam Yaddabbaru Al-Qawla Am Jaahum Ma Lam Yati
﴿أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ﴾
[ المؤمنون: 68]
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu? [Muminun: 68]
Afalam Yaddabbaru Al-Qawla Am Jaahum Ma Lam Yati Abaahumu Al-Awwalina
Tafsir Al-mokhtasar
Maka tidakkah orang-orang musyrik itu menghayati ayat-ayat Al-Qur`ān yang diturunkan Allah agar mereka beriman padanya dan mengamalkan kandungannya, atau apakah telah datang kepada mereka sesuatu yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu lalu mereka berpaling darinya dan mendustakannya?!
Terjemahan - Muhammad Quraish Shihab
Bodohkah orang-orang yang bersikap menolak itu sehingga tidak mampu mencermati al-Qur’ân untuk mengetahui kebenarannya? Atau, berbedakah ajaran yang dibawa Muhammad kepada mereka dengan ajaran yang dibawa rasul-rasul sebelumnya kepada umatnya masing-masing yang diketahui oleh nenek moyang mereka
Tafsir al-Jalalain
( Maka apakah mereka tidak memperhatikan ) asal lafal Yaddabbaruu adalah Yatadabbaruuna, kemudian huruf Ta dimasukkan ke dalam huruf Dal setelah terlebih dahulu diganti menjadi Dal, sehingga jadilah Yaddabbaruuna ( perkataan ini ) Alquran ini yang menunjukkan kebenaran Nabi saw.
( atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu? )
Tafseer Muntakhab - Indonesian
Bodohkah orang-orang yang bersikap menolak itu sehingga tidak mampu mencermati al-Qur'ân untuk mengetahui kebenarannya? Atau, berbedakah ajaran yang dibawa Muhammad kepada mereka dengan ajaran yang dibawa rasul-rasul sebelumnya kepada umatnya masing-masing yang diketahui oleh nenek moyang mereka?
Tafsir Al-wajiz
Maka keberpalingan dan perlakukan para pendurhaka itu kepada ayat-ayat Kami sungguh keterlaluan.
Tidakkah mereka menggunakan akalnya sehingga dapat menghayati firman Kami, ataukah mereka mendustakan rasul dengan alasan telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu, yaitu risalah kenabian yang tidak dikenal oleh leluhur mereka? Jelas bukan itu alasannya! Risalah Nabi Muhamamd sama dengan risalah nabi-nabi terdahulu ( Lihat juga: Surah al-Anbiya / 21: 25 ).
Ataukah mereka ingkar dengan dalih bahwa mereka tidak mengenal Rasul mereka, yaitu Nabi Muhammad, karena itu mereka mengingkarinya? Ini pun bukanlah alasan yang dapat diterima karena mereka mengenal dengan baik Nabi Muhammad, bahkan mereka mengakui integritasnya dengan menggelarinya “al-Amin” .
Atau apakah mereka menolak dakwah Nabi Muhamamd dengan berkata, “Orang itu gila”? Sungguh, tuduhan itu tidak masuk akal karena mereka tahu pasti Nabi Muhammad adalah orang yang paling lurus akalnya.
Sebenarnya, pangkal penolakan adalah karena dia telah datang membawa kebenaran, yaitu Al-Qur’an, kepada mereka, tetapi kebanyakan mereka membenci kebenaran karena bertentangan dengan hawa nafsu dan syahwat mereka.
Tafsir Al-tahlili
Pada ayat ini Allah mencerca perbuatan dan ucapan mereka yang tak sopan dan tak masuk akal itu.
Apakah mereka tidak memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an bagaimana indah dan tinggi susunan kata-katanya, padahal mereka mempunyai kesempatan yang luas untuk memperhatikannya.
Tidak terdapat di dalam Al-Qur’an itu kelemahan, pertentangan atau sesuatu yang mengurangi nilai sastranya atau merendahkan pengertian yang terdapat di dalamnya.
Bahkan Al-Qur’an berisi dalil-dalil dan hujjah-hujjah yang nyata yang tidak dapat dibantah, baik yang terkait dengan dasar-dasar akhlak yang mulia, maupun dengan syariat dan peraturan yang dapat membawa mereka ke derajat yang paling tinggi bila mereka mau mengamalkan dan mematuhinya.
Ataukah mereka menganggap kedatangan Muhammad sebagai rasul suatu hal yang mustahil yang belum pernah terjadi pada umat-umat yang terdahulu, padahal mereka mengetahui adanya rasul-rasul yang terdahulu itu dan bagaimana nasib umat-umat yang mengingkari mereka, bahkan mereka melihat sendiri bekas-bekas kehancuran yang ditinggalkan umat-umat yang durhaka itu.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada - Terjemahan
| English | Türkçe | Indonesia |
| Русский | Français | فارسی |
| تفسير | Bengali | Urdu |
أفلم يدبروا القول أم جاءهم ما لم يأت آباءهم الأولين
سورة: المؤمنون - آية: ( 68 ) - جزء: ( 18 ) - صفحة: ( 346 )transliterasi Indonesia
a fa lam yaddabbarul-qaula am jā`ahum mā lam ya`ti ābā`ahumul-awwalīn
We try our best to translate, keeping in mind the Italian saying: "Traduttore, traditore", which means: "Translation is a betrayal of the original text".
Ayats from Quran in Bahasa Indonesia
- Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi
- Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala
- Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
- dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".
- niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
- Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi
- Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang
- Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada
- Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah
Surah Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia :
Unduh surat dengan suarh qari paling terkenal:
surah mp3 : choose the reciter to listen and download the chapter Complete with high quality
Ahmed El Agamy
Bandar Balila
Khalid Al Jalil
Saad Al Ghamdi
Saud Al Shuraim
Al Shatri
Abdul Basit
Abdul Rashid Sufi
Fares Abbad
Maher Al Muaiqly
Al Minshawi
Al Hosary
Mishari Al-afasi
Nasser Al Qatami
Yasser Al Dosari
Thursday, June 4, 2026
لا تنسنا من دعوة صالحة بظهر الغيب



