Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَدَايَنتُم: kalian saling berutang atau bertransaksi utang-piutang.
- إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى: sampai waktu yang ditentukan dan diketahui dengan jelas.
- فَاكْتُبُوهُ: maka tulislah utang tersebut.
- بِالْعَدْلِ: dengan benar dan adil, sesuai syariat.
- وَلْيُمْلِلِ: hendaklah mendiktekan (menyebutkan isi utang).
- الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ: orang yang berutang (debitur).
- وَلَا يَبْخَسْ: jangan mengurangi.
- سَفِيهًا: orang yang tidak pandai mengelola harta atau bodoh dalam urusan tersebut.
- ضَعِيفًا: orang yang lemah, seperti anak kecil atau orang lanjut usia.
- وَلِيُّهُ: walinya atau orang yang mengurus urusannya.
- وَاسْتَشْهِدُوا: mintalah persaksian.
- أَن تَضِلَّ: karena lupa.
- فَتُذَكِّرَ: maka mengingatkan.
- وَلَا تَسْأَمُوا: janganlah bosan atau jenuh.
- أَقْسَطُ: lebih adil.
- أَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ: lebih tegak dan membantu persaksian.
- أَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا: lebih dekat untuk menghilangkan keraguan.
- تِجَارَةً حَاضِرَةً: perdagangan tunai yang berlangsung saat itu juga.
- فُسُوقٌ: keluar dari ketaatan kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Apabila kalian melakukan transaksi utang-piutang dengan sesama kalian sampai waktu yang telah ditentukan, maka tulislah utang tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk menjaga harta, menghilangkan perselisihan, dan menjadi bukti yang kuat di kemudian hari. Hendaklah seorang penulis yang jujur dan adil menuliskannya di antara kalian, dan janganlah ia enggan untuk menulis sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya ilmu menulis. Ini adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan penghormatan terhadap amanah.
Kemudian, orang yang berutang hendaklah mendiktekan isi utangnya dengan jujur, agar apa yang tertulis benar-benar sesuai dengan pengakuannya. Ia wajib bertakwa kepada Allah Tuhannya dan tidak boleh mengurangi sedikit pun dari utang tersebut, baik jumlahnya, jenisnya, maupun waktu pembayarannya. Jika orang yang berutang itu adalah orang yang tidak pandai mengatur harta (safih), atau lemah karena masih kecil atau lanjut usia, atau tidak mampu mendiktekan karena bisu atau sebab lainnya, maka walinya atau orang yang mengurus urusannya hendaklah mendiktekannya dengan adil dan benar, tanpa mengurangi atau menambah.
Dan mintalah persaksian dua orang laki-laki yang adil dari kalangan kaum muslimin. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka boleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan yang kalian ridai kesaksiannya, agar jika salah seorang dari keduanya lupa, maka yang lain mengingatkannya. Ini adalah bentuk kemudahan dari Allah dan penjagaan terhadap hak-hak hamba-Nya. Janganlah para saksi enggan untuk memenuhi panggilan persaksian ketika diminta, dan jangan pula enggan untuk menyampaikan kesaksian ketika dibutuhkan, karena itu adalah kewajiban yang mulia di sisi Allah.
Janganlah kalian bosan untuk menuliskan utang tersebut, baik kecil maupun besar, sampai waktu pembayarannya. Sesungguhnya menulis utang itu lebih adil di sisi Allah, lebih menguatkan persaksian, dan lebih dekat untuk menghilangkan keraguan di antara kalian. Namun, jika transaksi itu adalah perdagangan tunai yang berlangsung langsung di hadapan kalian, maka tidak mengapa kalian tidak menuliskannya, tetapi tetaplah kalian mengadakan persaksian ketika berjual beli, karena hal itu lebih aman dan lebih menenangkan hati.
Janganlah seorang penulis atau saksi dirugikan, dan jangan pula mereka merugikan orang lain. Jika kalian melanggar larangan ini, maka itu adalah kefasikan yang nyata dan keluar dari ketaatan kepada Allah. Bertakwalah kepada Allah dalam segala urusan kalian, niscaya Allah akan mengajarkan kalian apa yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kalian. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, dan Dia akan membalas setiap amal perbuatan kalian dengan keadilan dan kasih sayang-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Ayat yang agung ini adalah salah satu ayat terpanjang dalam Al-Qur'an, dan ia mengajarkan kepada kita betapa Islam sangat memperhatikan keadilan, keteraturan, dan perlindungan hak-hak manusia dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam urusan muamalah sehari-hari. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia dengan penuh keadilan dan kejujuran.
Dengan menulis utang dan menghadirkan saksi, Islam ingin menanamkan budaya keterbukaan, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan relevan sepanjang zaman. Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam setiap transaksi kita, agar harta kita berkah, hubungan kita harmonis, dan hati kita tenang karena telah menjalankan perintah Allah. Sesungguhnya orang yang bertakwa dan menjaga amanah akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 280-284 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 282
Surat Al-Baqarah Ayat 282 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai…Surat Ayat 282/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 280–284. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








