Al-Baqarah · 284/286
Terjemah Transliterasi — Al-Baqarah
لِّلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ۝٢٨٤
Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ard; wa in tubdoo maa feee anfusikum aw tukhfoohu yuhaasibkum bihil laa; fayaghfiru li mai yashaaa`u wa yu`azzibu mai yashaaa u;wallaahu `alaa kulli shai in qadeer
📖 Arti Bahasa Indonesia
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • تُبْدُوا: kalian menampakkan atau mengumumkan.
  • مَا فِي أَنفُسِكُمْ: apa yang ada di dalam hati kalian, berupa niat, keinginan, dan bisikan jiwa.
  • تُخْفُوهُ: kalian merahasiakannya atau menyembunyikannya.
  • يُحَاسِبْكُم: Allah akan menghisab (memperhitungkan) kalian.
  • قَدِيرٌ: Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ayat:

Ayat yang agung ini menegaskan hakikat keimanan yang paling mendasar: bahwa seluruh alam semesta, baik yang ada di langit maupun di bumi, sepenuhnya milik Allah semata. Dialah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk yang luput dari kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Langit yang menjulang tinggi, bumi yang terbentang luas, serta segala isinya—semuanya tunduk di bawah kehendak dan pengaturan Allah.

Kemudian Allah mengabarkan tentang ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, termasuk apa yang tersembunyi di dalam hati hamba-hamba-Nya. Allah berfirman: "Jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam jiwa kalian, atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan menghisab kalian karenanya." Ini adalah peringatan yang sangat tegas sekaligus bukti keadilan Allah. Tidak ada satu pun yang luput dari perhitungan-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Bahkan bisikan hati yang paling halus pun diketahui oleh Allah.

Setelah itu, Allah menyebutkan konsekuensi dari hisab tersebut: "Maka Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki." Ini menunjukkan bahwa pengampunan dan azab sepenuhnya berada di tangan Allah, sesuai dengan keadilan dan hikmah-Nya. Bagi hamba yang bertobat dan beriman, Allah melimpahkan ampunan-Nya. Dan bagi yang tetap dalam kesombongan dan kemaksiatan, azab-Nya menanti. Semua itu dilakukan Allah dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan.

Ayat ini ditutup dengan penegasan: "Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." Kekuasaan Allah tidak terbatas. Dia mampu menghisab seluruh makhluk-Nya dengan mudah, mampu mengampuni dan mengazab, serta mampu melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Tidak ada yang sulit bagi-Nya.


Sentuhan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita tentang kedekatan Allah yang tiada batas. Allah tidak hanya melihat amal lahiriah kita, tetapi juga mengetahui isi hati kita. Ini adalah kabar gembira sekaligus peringatan. Kabar gembira karena Allah Maha Mengetahui niat baik kita, sekecil apa pun itu. Setiap kebaikan yang tersembunyi di dalam hati—seperti rasa kasih sayang, keikhlasan, dan keinginan untuk berbuat baik—tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah.

Namun, ini juga peringatan agar kita senantiasa menjaga hati kita. Jika kita ingin diampuni, maka bersihkanlah hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong. Perbanyaklah istighfar dan mohonlah ampunan kepada Allah, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ingatlah, wahai saudaraku, bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuannya. Dalam riwayat yang sahih, setelah ayat ini turun, para sahabat merasa berat karena mereka khawatir akan dihisab atas bisikan hati mereka. Maka Allah menurunkan ayat berikutnya yang menegaskan bahwa Allah tidak membebani jiwa melainkan sesuai dengan kemampuannya. Dan Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memaafkan umatku atas apa yang terlintas di hati mereka selama tidak diucapkan atau diamalkan." Maka, janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita berusaha menjaga hati dan memperbaiki diri, pintu ampunan Allah selalu terbuka lebar.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu berbaik sangka kepada Allah, memperbaiki niat, dan memperbanyak amal saleh. Karena Allah Maha Kuasa untuk mengampuni kita semua, dan Dia mencintai hamba-Nya yang senantiasa kembali kepada-Nya.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 282-286 — Al-Baqarah

282يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَن يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِن كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِن رِّجَالِكُمْ ۖ فَإِن لَّمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّن تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَن تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَن تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِن تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
283۞ وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَّقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
284لِّلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
285آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
286لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
Al-BaqarahIndeks Quran
286Ayat
MadaniyahRevelation
284Ayat

Terjemah — Al-Baqarah 284

Surat Al-Baqarah Ayat 284 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa…

Surat Ayat 284/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 282–286. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu