Al-Maidah · 3/120
Terjemah Transliterasi — Al-Maidah
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ۝٣
Hurrimat `alaikumul maitatu waddamu wa lahmul khinzeeri wa maaa uhilla lighiril laahi bihee walmun khani qatu wal mawqoozatu wal mutarad diyatu wanna teehatu wa maaa akalas sabu`u illaa maa zakkaitum wa maa zubiha `alan nusubi wa an tastaqsimoo bil azlaam; zaalikum fisq; alyawma ya`isal lazeena kafaroo min deenikum falaa takhshawhum wakh shawn; alyawma akmaltu lakum deenakum wa atmamtu `alaikum ni`matee wa radeetu lakumul Islaama deenaa; famanidturra fee makhmasatin ghaira mutajaanifil li ismin fa innallaaha Ghafoorur Raheem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • الْمَيْتَةُ: Hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i.
  • الدَّمُ: Darah yang mengalir (darah yang keluar saat penyembelihan atau darah yang tertumpah).
  • وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ: Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti menyebut nama berhala atau sesembahan lainnya.
  • الْمُنْخَنِقَةُ: Hewan yang mati karena tercekik/terjerat lehernya hingga terputus napasnya.
  • الْمَوْقُوذَةُ: Hewan yang mati karena dipukul dengan benda keras seperti kayu atau batu.
  • الْمُتَرَدِّيَةُ: Hewan yang jatuh dari tempat tinggi atau terperosok ke dalam sumur lalu mati.
  • النَّطِيحَةُ: Hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lain.
  • وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ: Hewan yang diterkam dan dimakan sebagian tubuhnya oleh binatang buas seperti singa, harimau, atau serigala.
  • النُّصُبُ: Batu-batu yang didirikan di sekitar Ka'bah yang disembah oleh orang-orang jahiliyah, dan mereka menyembelih hewan di dekatnya sebagai bentuk pengagungan.
  • الْأَزْلَامُ: Anak panah yang tidak memiliki bulu dan mata panah, digunakan untuk mengundi nasib atau mencari keputusan tentang sesuatu yang akan dilakukan.
  • مَخْمَصَةٍ: Kelaparan yang sangat hebat.
  • غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ: Tidak condong dengan sengaja untuk berbuat dosa.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang sempurna telah menjelaskan kepada kalian makanan-makanan yang diharamkan bagi kalian agar kalian senantiasa berada dalam kebaikan dan kebersihan, baik lahir maupun batin.

Allah mengharamkan atas kalian bangkai, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i. Diharamkan pula darah yang mengalir, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti menyebut nama berhala atau sesembahan lainnya. Kemudian Allah juga mengharamkan hewan yang mati karena tercekik, yang mati karena dipukul dengan benda keras, yang jatuh dari tempat tinggi, yang mati karena ditanduk hewan lain, dan yang diterkam binatang buas.

Namun, Allah memberikan pengecualian yang penuh rahmat: jika kalian mendapati hewan-hewan tersebut masih dalam keadaan hidup dan kalian sempat menyembelihnya dengan cara yang syar'i sebelum mati, maka ia menjadi halal bagi kalian. Ini menunjukkan keindahan Islam yang memudahkan dan tidak menyulitkan.

Allah juga mengharamkan hewan yang disembelih untuk berhala atau di atas batu-batu sesembahan, serta mengharamkan kalian mencari keputusan nasib dengan mengundi menggunakan anak panah, karena semua itu adalah perbuatan syirik dan kebodohan yang bertentangan dengan tauhid dan keyakinan yang benar. Allah menegaskan bahwa semua perbuatan tersebut adalah kefasikan, yaitu keluar dari ketaatan kepada Allah menuju kemaksiatan.

Kemudian Allah menyampaikan kabar gembira yang agung kepada kaum mukminin: "Hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agama kalian dan memurtadkan kalian dari Islam. Maka janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah hanya kepada-Ku." Ini adalah pelajaran berharga bahwa kekuatan sejati hanya milik Allah, dan kemenangan Islam tidak bergantung pada banyaknya jumlah atau persenjataan, melainkan pada pertolongan Allah.

Allah melanjutkan dengan nikmat terbesar yang pernah diberikan kepada umat ini: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridha Islam sebagai agama bagi kalian." Ini adalah puncak kesempurnaan syariat, di mana Allah telah menyempurnakan hukum-hukum, akhlak, dan aqidah. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah, dan tidak ada agama lain yang diterima di sisi-Nya selain Islam.

Di akhir ayat, Allah menutup dengan rahmat dan kemudahan: "Barangsiapa yang terpaksa karena kelaparan yang sangat hebat untuk memakan makanan yang diharamkan, tanpa sengaja condong berbuat dosa, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan, tidak memberatkan, dan selalu membuka pintu rahmat bagi hamba-hamba-Nya dalam keadaan darurat.


Pesan Dakwah:

Ayat yang agung ini mengajarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna, lengkap, dan penuh kasih sayang. Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat kebaikan bagi hamba-Nya, dan tidak menghalalkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat maslahat. Marilah kita bersyukur atas nikmat Islam yang sempurna ini, berpegang teguh dengannya, dan menjauhi segala yang diharamkan Allah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Janganlah kita takut kepada siapa pun selain Allah, karena Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan beriman. Dan ingatlah, pintu taubat dan rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 1-5 — Al-Maidah

1يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُم بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
2يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
3حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
4يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
5الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
Al-MaidahIndeks Quran
120Ayat
MadaniyahRevelation
3Ayat

Terjemah — Al-Maidah 3

Surat Al-Maidah Ayat 3 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang…

Surat Ayat 3/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu