Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمَيْتَةُ: Hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i.
- الدَّمُ: Darah yang mengalir (darah yang keluar saat penyembelihan atau darah yang tertumpah).
- وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ: Hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti menyebut nama berhala atau sesembahan lainnya.
- الْمُنْخَنِقَةُ: Hewan yang mati karena tercekik/terjerat lehernya hingga terputus napasnya.
- الْمَوْقُوذَةُ: Hewan yang mati karena dipukul dengan benda keras seperti kayu atau batu.
- الْمُتَرَدِّيَةُ: Hewan yang jatuh dari tempat tinggi atau terperosok ke dalam sumur lalu mati.
- النَّطِيحَةُ: Hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lain.
- وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ: Hewan yang diterkam dan dimakan sebagian tubuhnya oleh binatang buas seperti singa, harimau, atau serigala.
- النُّصُبُ: Batu-batu yang didirikan di sekitar Ka'bah yang disembah oleh orang-orang jahiliyah, dan mereka menyembelih hewan di dekatnya sebagai bentuk pengagungan.
- الْأَزْلَامُ: Anak panah yang tidak memiliki bulu dan mata panah, digunakan untuk mengundi nasib atau mencari keputusan tentang sesuatu yang akan dilakukan.
- مَخْمَصَةٍ: Kelaparan yang sangat hebat.
- غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ: Tidak condong dengan sengaja untuk berbuat dosa.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang sempurna telah menjelaskan kepada kalian makanan-makanan yang diharamkan bagi kalian agar kalian senantiasa berada dalam kebaikan dan kebersihan, baik lahir maupun batin.
Allah mengharamkan atas kalian bangkai, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih secara syar'i. Diharamkan pula darah yang mengalir, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, seperti menyebut nama berhala atau sesembahan lainnya. Kemudian Allah juga mengharamkan hewan yang mati karena tercekik, yang mati karena dipukul dengan benda keras, yang jatuh dari tempat tinggi, yang mati karena ditanduk hewan lain, dan yang diterkam binatang buas.
Namun, Allah memberikan pengecualian yang penuh rahmat: jika kalian mendapati hewan-hewan tersebut masih dalam keadaan hidup dan kalian sempat menyembelihnya dengan cara yang syar'i sebelum mati, maka ia menjadi halal bagi kalian. Ini menunjukkan keindahan Islam yang memudahkan dan tidak menyulitkan.
Allah juga mengharamkan hewan yang disembelih untuk berhala atau di atas batu-batu sesembahan, serta mengharamkan kalian mencari keputusan nasib dengan mengundi menggunakan anak panah, karena semua itu adalah perbuatan syirik dan kebodohan yang bertentangan dengan tauhid dan keyakinan yang benar. Allah menegaskan bahwa semua perbuatan tersebut adalah kefasikan, yaitu keluar dari ketaatan kepada Allah menuju kemaksiatan.
Kemudian Allah menyampaikan kabar gembira yang agung kepada kaum mukminin: "Hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agama kalian dan memurtadkan kalian dari Islam. Maka janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah hanya kepada-Ku." Ini adalah pelajaran berharga bahwa kekuatan sejati hanya milik Allah, dan kemenangan Islam tidak bergantung pada banyaknya jumlah atau persenjataan, melainkan pada pertolongan Allah.
Allah melanjutkan dengan nikmat terbesar yang pernah diberikan kepada umat ini: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridha Islam sebagai agama bagi kalian." Ini adalah puncak kesempurnaan syariat, di mana Allah telah menyempurnakan hukum-hukum, akhlak, dan aqidah. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah, dan tidak ada agama lain yang diterima di sisi-Nya selain Islam.
Di akhir ayat, Allah menutup dengan rahmat dan kemudahan: "Barangsiapa yang terpaksa karena kelaparan yang sangat hebat untuk memakan makanan yang diharamkan, tanpa sengaja condong berbuat dosa, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan, tidak memberatkan, dan selalu membuka pintu rahmat bagi hamba-hamba-Nya dalam keadaan darurat.
Pesan Dakwah:
Ayat yang agung ini mengajarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna, lengkap, dan penuh kasih sayang. Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat kebaikan bagi hamba-Nya, dan tidak menghalalkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat maslahat. Marilah kita bersyukur atas nikmat Islam yang sempurna ini, berpegang teguh dengannya, dan menjauhi segala yang diharamkan Allah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Janganlah kita takut kepada siapa pun selain Allah, karena Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan beriman. Dan ingatlah, pintu taubat dan rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
📜 Ayat 1-5 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 3
Surat Al-Maidah Ayat 3 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang…Surat Ayat 3/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








