Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ażānun: Pengumuman atau pemberitahuan resmi yang disampaikan secara terbuka.
- Al-Ḥajj al-Akbar: Hari raya haji yang paling agung, yaitu hari Arafah (9 Dzulhijjah) menurut pendapat yang kuat, atau hari Nahr (10 Dzulhijjah) menurut pendapat lainnya.
- Barī': Berlepas diri, tidak bertanggung jawab, dan memutuskan hubungan.
- Lā Mu'jizī Allāh: Tidak akan pernah bisa melemahkan Allah, tidak akan luput dari kekuasaan-Nya, dan tidak akan mampu menghindari azab-Nya.
Tafsir Lengkap:
Ayat yang mulia ini merupakan pengumuman resmi dan tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala serta Rasul-Nya ﷺ yang disampaikan kepada seluruh manusia pada hari haji yang agung, yaitu ketika jutaan umat Islam berkumpul di Padang Arafah. Pengumuman ini berisi berita penting bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri sepenuhnya dari orang-orang musyrik yang telah mengingkari perjanjian mereka. Ini adalah pernyataan pemutusan hubungan total terhadap segala bentuk kesyirikan dan pelanggaran perjanjian.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya rahmat dan kasih sayang Allah dalam ayat ini! Meskipun Allah menyatakan kebebasan diri-Nya dari orang-orang musyrik, namun pintu taubat tetap terbuka lebar. Allah berfirman: *"Jika kamu bertaubat, maka itu lebih baik bagimu."* Inilah keindahan Islam — agama yang penuh dengan kasih sayang dan kesempatan kedua. Allah tidak pernah menutup pintu taubat bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya, betapa pun besarnya dosa yang telah dilakukan. Taubat yang tulus akan menghapuskan dosa-dosa masa lalu dan membawa kebaikan yang hakiki di dunia dan akhirat.
Namun, bagi mereka yang berpaling, membangkang, dan tetap dalam kesesatan, Allah mengingatkan dengan tegas: *"Ketahuilah bahwa kamu tidak akan pernah bisa melemahkan Allah."* Ini adalah peringatan yang sangat penting — manusia tidak akan pernah bisa lari dari kekuasaan Allah, tidak ada satu pun tempat persembunyian di bumi maupun di langit yang bisa menyelamatkan mereka dari azab-Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.
Di akhir ayat, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk *"menggembirakan"* orang-orang kafir dengan azab yang sangat pedih. Perhatikanlah penggunaan kata *"basyir"* (membawa kabar gembira) yang biasanya digunakan untuk hal-hal yang menyenangkan, namun di sini digunakan untuk azab yang pedih. Ini adalah bentuk sindiran yang sangat halus dan tegas sekaligus — bahwa azab yang menanti mereka itu sangat pasti dan menyakitkan, sehingga kedatangannya menjadi "kabar" yang tidak bisa dihindari bagi mereka yang tetap dalam kekafiran.
Saudaraku, marilah kita renungkan bersama. Ayat ini mengajarkan kita tentang keadilan Allah yang sempurna dan rahmat-Nya yang luas. Allah memberikan peringatan yang jelas sebelum menurunkan hukuman, dan membuka pintu taubat sebelum datangnya azab. Ini menunjukkan betapa Allah tidak ingin menghukum hamba-Nya, tetapi keadilan-Nya menuntut agar kebenaran ditegakkan dan kesyirikan diberantas.
Bagi kita yang telah beriman, ayat ini menjadi penguat keyakinan bahwa Islam adalah agama yang benar dan pasti menang. Kita tidak perlu takut atau khawatir terhadap tipu daya orang-orang musyrik dan kafir, karena Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik. Marilah kita senantiasa menjaga keimanan kita, menjauhi segala bentuk kesyirikan, dan selalu bersegera untuk bertaubat ketika kita melakukan kesalahan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 1-5 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 3
Surat Ayat 3/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







