Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Wālidāt: Para ibu (terutama yang telah diceraikan) yang memiliki anak dari suaminya.
- Ḥaulain Kāmilain: Dua tahun penuh, yaitu dua puluh empat bulan.
- Al-Maulūd Lahū: Ayah dari anak tersebut.
- Rizquhunna wa Kiswatuhunna: Makanan (nafkah) dan pakaian mereka (para ibu).
- Bi al-Ma'rūf: Dengan cara yang baik dan patut, sesuai kemampuan dan kebiasaan yang berlaku.
- Lā Tuḍārra: Tidak boleh saling memudaratkan atau merugikan.
- Al-Wārith: Ahli waris anak (seperti kakek atau kerabat) jika ayahnya meninggal atau tidak ada.
- Fiṣāl: Menyapih anak sebelum dua tahun.
- Tardāḍin: Saling ridha atau kerelaan dari kedua belah pihak.
- Tasyāwur: Musyawarah atau saling berunding.
- Tastarḍi'ū: Mencari ibu susuan selain ibu kandung.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan rahmat dan kasih sayang-Nya yang melimpah memberikan petunjuk yang sangat indah bagi umat manusia, khususnya dalam urusan keluarga dan anak-anak. Ayat yang mulia ini berbicara tentang hak-hak anak dan kewajiban orang tua, sebuah sistem yang sempurna yang menjamin kesejahteraan generasi penerus.
Para ibu, terutama yang telah diceraikan oleh suaminya, hendaknya menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh. Ini adalah batas maksimal bagi mereka yang ingin menyempurnakan masa penyusuan, karena air susu ibu adalah makanan terbaik dan paling sempurna bagi bayi, mengandung nutrisi yang tidak dapat ditiru oleh susu formula mana pun di dunia. Ini adalah bukti kasih sayang Allah yang ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita.
Di sisi lain, Allah membebankan kewajiban kepada ayah untuk memberikan nafkah berupa makanan dan pakaian kepada para ibu yang menyusui anaknya, dengan cara yang baik dan patut, sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Allah tidak membebani seseorang melampaui batas kemampuannya. Ini adalah keadilan yang sempurna, di mana setiap orang hanya dituntut sesuai dengan kesanggupannya masing-masing.
Allah juga melarang dengan tegas tindakan saling memudaratkan, baik itu dari pihak ibu maupun ayah, dengan menjadikan anak sebagai alat untuk menyakiti satu sama lain. Anak adalah amanah yang suci, bukan alat balas dendam. Jika ayah meninggal dunia dan anak tidak memiliki harta, maka kewajiban nafkah ini berpindah kepada ahli waris anak tersebut, sebagaimana kewajiban yang dahulu ditanggung oleh ayahnya.
Kemudian Allah memberikan kelonggaran dan kemudahan: jika kedua orang tua sepakat untuk menyapih anak sebelum genap dua tahun, maka hal itu diperbolehkan, asalkan didasari oleh kerelaan dan musyawarah antara keduanya demi kemaslahatan sang anak. Demikian pula, jika kalian ingin mencari ibu susuan lain selain ibu kandung, maka itu pun diperbolehkan, dengan syarat kalian menyerahkan upah atau imbalan yang telah disepakati dengan cara yang baik dan penuh keikhlasan, tanpa mengurangi atau menunda-nundanya.
Di akhir ayat, Allah menutup dengan peringatan yang sangat dalam: "Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Ini adalah panggilan yang menyentuh hati, mengajak kita semua untuk senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, karena tidak ada satu pun perbuatan kita yang luput dari pengawasan-Nya. Allah melihat setiap niat, setiap usaha, dan setiap tindakan kita, dan Dia akan membalas semuanya dengan keadilan dan kasih sayang-Nya.
Sungguh, betapa sempurnanya syariat Islam ini! Ia mengatur segala aspek kehidupan, bahkan hingga detail-detail kecil dalam urusan rumah tangga, demi melindungi hak-hak anak dan menjaga keharmonisan keluarga. Mari kita renungkan dan amalkan dengan penuh keikhlasan, karena di dalamnya terkandung kebaikan dunia dan akhirat.
📜 Ayat 231-235 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 233
Surat Al-Baqarah Ayat 233 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu…Surat Ayat 233/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 231–235. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








