Alyawma uhilla lakumut taiyibaatu wa ta`aamul lazeena ootul Kitaaba hillul lakum wa ta`aamukum hillul lahum wal muhsanaatu minal mu`minaati walmuhsanaatu minal lazeena ootul Kitaaba min qablikum izaaa aataitumoohunna ujoorahunna muhsineena ghaira musaafiheena wa laa muttakhizeee akhdaan; wa mai yakfur bil eemaani faqad habita `amaluhoo wa huwa fil Aaakhirati minal khaasireen
📖 Terjemah (Arti Bahasa Indonesia)
📖 Arti Bahasa Indonesia
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
🌐 Additional reference in Melayu
🌐 Melayu
Pada masa ini dihalalkan bagi kamu (memakan makanan) yang lazat-lazat serta baik-baik. Dan makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Kitab itu adalah halal bagi kamu, dan makanan (sembelihan) kamu adalah halal bagi mereka (tidak salah kamu memberi makan kepada mereka). Dan (dihalalkan kamu berkahwin) dengan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatannya - di antara perempuan-perempuan yang beriman, dan juga perempuan-perempuan yang menjaga kehormatannya dari kalangan orang-orang yang diberikan Kitab dahulu daripada kamu apabila kamu beri mereka maskahwinnya, sedang kamu (dengan cara yang demikian), bernikah bukan berzina, dan bukan pula kamu mengambil mereka menjadi perempuan-perempuan simpanan. Dan sesiapa yang ingkar (akan syariat Islam) sesudah ia beriman, maka sesungguhnya gugurlah amalnya (yang baik) dan adalah ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang yang rugi.
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
📜
Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
الطَّيِّبَاتُ (ath-thayyibāt): Segala sesuatu yang baik, suci, dan halal.
طَعَامُ (tha'ām): Makanan, dan yang dimaksud di sini adalah sembelihan mereka.
الْمُحْصَنَاتُ (al-muhshanāt): Wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan dirinya (suci dari perzinaan).
أُجُورَهُنَّ (ujūrahunna): Maskawin (mahar) mereka.
مُسَافِحِينَ (musāfiḥīn): Orang-orang yang terang-terangan melakukan zina.
أَخْدَانٍ (akhdān): Teman dekat/ kekasih gelap (yang berzina secara sembunyi-sembunyi).
حَبِطَ (habiṭa): Batal, sia-sia, dan hilang pahalanya.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, inilah puncak kenikmatan dan kesempurnaan nikmat Allah kepada kalian pada hari ini! Allah menghalalkan bagi kalian segala sesuatu yang baik, suci, dan bermanfaat bagi jiwa dan raga. Bukan hanya itu, Allah juga menghalalkan bagi kalian sembelihan Ahli Kitab (Yahudi dan Nashara) selama mereka menyembelihnya sesuai dengan syariat yang mereka yakini, dan sebaliknya sembelihan kalian pun halal bagi mereka. Ini adalah bukti kelapangan dan kemudahan Islam yang menghubungkan hati manusia dalam muamalah kebaikan.
Selanjutnya, Allah membuka pintu pernikahan yang suci dan mulia. Dihalalkan bagi kalian menikahi wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan dari kalangan mukminat, begitu juga wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan dari kalangan Ahli Kitab sebelum kalian (Yahudi dan Nashara), dengan syarat kalian memberikan mahar mereka dengan ikhlas dan penuh kerelaan. Namun ingatlah, tujuan pernikahan ini haruslah murni untuk menjaga kesucian diri, bukan untuk berzina secara terang-terangan, dan bukan pula untuk menjadikan mereka sebagai kekasih gelap yang diajak berbuat dosa secara sembunyi-sembunyi. Jagalah niat dan kesucian hati kalian agar pernikahan menjadi ibadah yang diberkahi.
Di akhir ayat ini terdapat peringatan yang sangat tegas: Barangsiapa yang mengingkari syariat Islam dan hukum-hukum Allah setelah jelas kebenarannya, maka sia-sialah seluruh amal baiknya di dunia, dan pada hari kiamat kelak ia termasuk golongan orang-orang yang merugi, kekal dalam azab yang pedih.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, lihatlah betapa indah dan lapangnya syariat Islam! Islam tidak mempersempit kehidupan, justru membuka pintu kebaikan seluas-luasnya selama tetap dalam koridor halal dan suci. Allah ingin kalian hidup bahagia dengan rezeki yang baik, pergaulan yang harmonis, dan rumah tangga yang penuh kehormatan. Maka syukurilah nikmat iman dan Islam ini dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan pernah menukar iman yang mulia ini dengan kesenangan dunia yang fana. Jadilah hamba yang istiqamah, niscaya kebahagiaan dunia dan akhirat akan menghampiri kalian. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk senantiasa berada di atas jalan yang diridhai-Nya.
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).
Surat Al-Maidah Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang…
Surat Ayat 5/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Situs SurahQuran didirikan sebagai upaya sederhana untuk melayani Kitab Suci dan Sunnah yang mulia, serta berdakwah kepada Allah dan memudahkan ilmu syariat sesuai manhaj Al-Quran dan Sunnah. Kami memuji dan bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, dan memohon agar Dia menerima amal kami dan menjadikannya ikhlas karena wajah-Nya yang mulia.