Al-Maidah · 6/120
Terjemah Transliterasi — Al-Maidah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ۝٦
Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa qumtum ilas Salaati faghsiloo wujoohakum wa Aidiyakum ilal maraafiqi wamsahoo biru`oosikum wa arjulakum ilal ka`bayn; wa in kuntum junuban fattahharoo; wain kuntum mardaaa aw`alaa safarin aw jaaa`a ahadum minkum minal ghaaa`iti aw laamastumunnisaaa`a falam tajidoo maaa`an fatayammamoo sa`eedan taiyiban famsahoo biwujoohikum wa aideekum minh; ma yureedul laahu liyaj`ala `alaikum min harajinw wa laakidy yureedu liyutahhirakum wa liyutimma m`matahoo `alaikum la`allakum tashkuroon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • الْمَرَافِقِ (al-marāfiq): Jamak dari *mirfaq*, yaitu sendi yang menghubungkan lengan atas dengan lengan bawah (siku).
  • الْكَعْبَيْنِ (al-ka'bayn): Dua tulang yang menonjol di sisi kaki, tepatnya di pertemuan antara betis dan telapak kaki (mata kaki).
  • جُنُبًا (junub): Keadaan hadas besar yang mengharuskan mandi wajib, seperti setelah berhubungan suami istri atau keluar mani.
  • الْغَائِطِ (al-ghā'iṭ): Tempat pembuangan hajat (kakus), yang dimaksud di sini adalah buang air besar atau kecil.
  • لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ (lāmastumun-nisā'): Bermakna hubungan suami istri (bersetubuh) menurut pendapat yang kuat.
  • صَعِيدًا طَيِّبًا (sha'īdan thayyiban): Debu atau permukaan bumi yang suci dan bersih.
  • الْحَرَجِ (al-haraj): Kesempitan dan kesulitan yang memberatkan.

Tafsir Ayat:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian hendak berdiri melaksanakan shalat, sementara kalian dalam keadaan berhadas kecil, maka sempurnakanlah wudhu kalian dengan membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang mengajarkan kalian cara bersuci yang sempurna agar shalat kalian diterima dan hati kalian semakin dekat kepada-Nya.

Dan jika kalian dalam keadaan junub (hadas besar), maka bersucilah dengan mandi wajib sebelum melaksanakan shalat. Namun, Allah Yang Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya memberikan kemudahan: jika kalian sakit yang dikhawatirkan bertambah parah jika terkena air, atau kalian sedang dalam perjalanan (safar), atau salah seorang dari kalian baru saja buang hajat, atau kalian telah berhubungan dengan istri, lalu kalian tidak mendapatkan air setelah mencarinya, maka bertayamumlah dengan debu yang suci. Caranya: usaplah wajah dan kedua tangan kalian dengan debu tersebut. Ini adalah pengganti wudhu dan mandi ketika air tidak tersedia atau tidak memungkinkan digunakan.

Allah tidak ingin menjadikan agama ini sebagai beban yang memberatkan kalian. Syariat yang Dia turunkan penuh dengan kelapangan dan kemudahan. Allah hanya ingin membersihkan kalian dari hadas dan dosa, serta menyempurnakan nikmat-Nya kepada kalian dengan memberikan keringanan (rukhsah) dalam keadaan sulit. Semua ini agar kalian senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang tiada terhingga, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku seiman, lihatlah betapa indahnya Islam! Allah tidak pernah mempersulit hamba-Nya. Ketika air ada dan badan sehat, Dia memerintahkan wudhu dan mandi yang menyegarkan. Ketika air tidak ada atau sakit menghalangi, Dia memberikan alternatif tayamum yang mudah. Ini semua adalah bukti cinta Allah kepada kita. Maka janganlah pernah merasa berat untuk beribadah, karena di balik setiap perintah selalu ada hikmah dan kemudahan. Jagalah kebersihan lahir dan batin, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengangkat derajat kalian. Bersyukurlah dengan hati, lisan, dan amal perbuatan, karena syukur adalah kunci bertambahnya nikmat dan keberkahan dalam hidup.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 4-8 — Al-Maidah

4يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?". Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
5الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
6يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
7وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُم بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu).
8يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-MaidahIndeks Quran
120Ayat
MadaniyahRevelation
6Ayat

Terjemah — Al-Maidah 6

Surat Al-Maidah Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka…

Surat Ayat 6/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu