Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āyātun muḥkamātun: Ayat-ayat yang jelas dan tegas maknanya, tidak mengandung kerancuan atau kemungkinan tafsir lain.
- Ummul-kitāb: Induk Al-Qur'an, yaitu pokok dan dasar yang menjadi rujukan utama.
- Mutasyābihāt: Ayat-ayat yang samar atau mengandung kemungkinan makna, sehingga memerlukan penjelasan dari ayat-ayat yang jelas.
- Zayghun: Penyimpangan atau kebengkokan hati dari kebenaran.
- Ibtighā`al-fitnah: Mencari-cari kesesatan dan menimbulkan keraguan serta kekacauan di kalangan umat.
- Ta`wīluh: Penafsiran hakiki yang hanya diketahui oleh Allah, atau takwil yang mereka paksakan sesuai hawa nafsu.
- Ar-rāsikhūna fil-‘ilm: Orang-orang yang mendalam ilmunya, kokoh dan mantap dalam pemahaman syariat.
- Ulul-albāb: Orang-orang yang memiliki akal sehat yang murni dan bersih.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah satu-satunya yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu, wahai Nabi Muhammad ﷺ. Di dalamnya terdapat dua jenis ayat: *ayat-ayat muḥkamāt* yang jelas dan tegas maknanya, menjadi pokok dan rujukan utama dalam memahami ajaran Islam, serta *ayat-ayat mutasyābihāt* yang samar dan membutuhkan penjelasan dari ayat-ayat yang jelas.
Orang-orang yang hatinya menyimpang dari kebenaran, mereka justru meninggalkan ayat-ayat yang jelas dan sengaja mengikuti ayat-ayat yang samar. Mereka melakukan ini dengan tujuan jahat: untuk menimbulkan fitnah, mengacaukan keyakinan umat, dan memaksakan penafsiran sesuai hawa nafsu serta mazhab mereka yang sesat. Mereka mencari-cari takwil yang tidak benar agar bisa memutarbalikkan makna Al-Qur'an.
Adapun hakikat takwil yang sebenarnya dari ayat-ayat mutasyābihāt, hanya Allah yang mengetahuinya. Sementara orang-orang yang berilmu mendalam, mereka tidak memaksakan diri untuk mengetahui hal yang ghaib itu. Mereka justru berkata dengan penuh keimanan dan ketundukan: "Kami beriman kepada seluruh isi Al-Qur'an, baik yang muḥkam maupun yang mutasyābih. Semuanya datang dari sisi Tuhan kami, dan kami menerimanya dengan penuh keyakinan." Mereka mengembalikan ayat-ayat yang samar kepada ayat-ayat yang jelas, sehingga tidak terjadi kesesatan dalam memahami wahyu.
Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran serta merenungkan ayat-ayat Allah dengan benar, kecuali orang-orang yang memiliki akal yang sehat dan hati yang bersih.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah adab yang agung dalam menyikapi Al-Qur'an. Janganlah kita menjadi orang yang suka mencari-cari ayat-ayat yang samar untuk dijadikan bahan perdebatan atau pembenaran hawa nafsu. Itulah jalan orang-orang yang hatinya sakit. Sebaliknya, jadilah hamba yang *rāsikh* — kokoh dalam ilmu — yang menerima Al-Qur'an secara utuh, mengimani semuanya, dan mengembalikan hal-hal yang samar kepada yang jelas.
Dengan sikap ini, hati kita akan tenang, iman kita akan kokoh, dan kita akan termasuk golongan *ulul-albāb* yang selalu diberi petunjuk oleh Allah. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup, bukan sebagai ajang perdebatan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar. Aamiin.
📜 Ayat 5-9 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 7
Surat Ayat 7/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








