Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا تُزِغْ : Janganlah Engkau condongkan, miringkan, atau palingkan.
- قُلُوبَنَا : Hati kami.
- هَدَيْتَنَا : Engkau telah memberi kami petunjuk (hidayah).
- مِن لَّدُنكَ : Dari sisi-Mu, dari karunia-Mu.
- الْوَهَّابُ : Maha Pemberi karunia, Yang Maha Banyak memberi tanpa diminta dan tanpa batas.
Tafsir:
Ayat yang mulia ini adalah doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang berilmu mendalam (ar-rasikhun fil 'ilm) kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka adalah hamba-hamba pilihan yang hatinya dipenuhi cahaya iman dan keyakinan yang kokoh. Meskipun mereka telah diberi ilmu dan hidayah, mereka tidak pernah merasa aman dari tipu daya hawa nafsu dan bisikan setan. Karena itu, mereka merendahkan diri di hadapan Allah dengan doa yang sangat dalam maknanya.
Mereka berkata: *"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami dari kebenaran setelah Engkau memberikan petunjuk kepada kami."* Ini adalah permohonan agar Allah menetapkan hati mereka di atas iman dan menjaganya dari segala bentuk penyimpangan. Mereka sadar bahwa hati manusia berada di antara dua jari Allah Yang Maha Pengasih, dan Dia-lah yang membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Maka mereka memohon keteguhan hati, agar tidak tergelincir ke dalam kesesatan setelah sebelumnya mereka merasakan manisnya hidayah.
Kemudian mereka melanjutkan: *"Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu."* Mereka memohon rahmat yang luas, yang dengannya hati mereka menjadi tenang, amal mereka diterima, dan mereka dijauhkan dari segala bentuk kesesatan dan kebinasaan. Rahmat yang mereka mohonkan adalah taufik, pertolongan, dan kasih sayang Allah yang meliputi mereka di dunia dan di akhirat.
Doa ini ditutup dengan pengakuan yang penuh harap: *"Sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia."* Mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya sumber pemberian, yang memberi tanpa diminta, yang karunia-Nya tidak terbatas, dan yang tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bahwa keimanan itu adalah anugerah yang harus dijaga, dan cara menjaganya adalah dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar hati kita tetap teguh di atas kebenaran. Jangan pernah merasa cukup dengan amal dan ilmu kita, karena kesombongan dan rasa aman dari azab Allah adalah pangkal kehancuran.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri sering berdoa: *"Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik"* (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu). Ini menunjukkan bahwa doa ini adalah kebutuhan setiap mukmin, bukan hanya untuk orang awam, tetapi juga untuk para ulama dan orang-orang saleh.
Marilah kita biasakan membaca doa ini dalam shalat dan di luar shalat, terutama setelah membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Karena dengan doa ini, kita memohon kepada Allah agar hati kita tidak condong kepada kesesatan, agar kita dijauhkan dari fitnah dunia yang menyesatkan, dan agar kita senantiasa berada dalam naungan rahmat-Nya.
Ingatlah, hati yang bersih dan teguh di atas iman adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Maka jangan pernah lelah untuk berdoa, memohon keteguhan hati, dan meminta rahmat dari Allah Yang Maha Pemberi. Sesungguhnya Allah mendengar doa hamba-Nya dan Dia tidak akan pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya.
📜 Ayat 6-10 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 8
Surat Ayat 8/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








