Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ: bersegera dalam kekufuran, yakni berlomba-lomba menampakkan dan melakukan hal-hal yang menunjukkan kekufuran.
- سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ: sangat suka mendengarkan (menerima) kebohongan, yakni perkataan-perkataan palsu yang dibuat oleh para pemuka mereka.
- يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِن بَعْدِ مَوَاضِعِهِ: mengubah-ubah perkataan Allah (Taurat) dari makna yang benar setelah mereka memahaminya, lalu memutarbalikkannya sesuai hawa nafsu.
- فِتْنَتَهُ: kesesatan dan azab yang Allah kehendaki baginya.
- خِزْيٌ: kehinaan dan aib yang tampak di dunia.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah ﷺ, janganlah engkau bersedih hati melihat orang-orang yang berlomba-lomba menampakkan kekufuran dan memusuhimu. Mereka itu terdiri dari dua golongan:
Pertama, orang-orang munafik yang berkata dengan mulut mereka, "Kami telah beriman," padahal hati mereka sama sekali tidak beriman. Mereka hanya berpura-pura di hadapanmu, tetapi di balik itu mereka berusaha meruntuhkan dakwahmu.
Kedua, orang-orang Yahudi yang sangat gemar mendengarkan dan menerima kebohongan para pemuka agama mereka. Mereka menjadi mata-mata bagi kelompok lain yang tidak datang menemuimu, karena mereka enggan dan sombong untuk menghadapimu. Mereka mengubah-ubah firman Allah dalam Taurat dari makna yang sebenarnya, lalu berkata kepada pengikut-pengikut mereka: "Jika Muhammad memberi keputusan yang sesuai dengan apa yang telah kami ubah, maka terimalah. Tetapi jika keputusannya bertentangan dengan keinginan kami, maka berhati-hatilah kalian darinya dan jangan patuhi."
Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa barang siapa yang Allah kehendaki kesesatan dan ujian baginya, maka engkau tidak akan mampu menolak ketetapan Allah itu sedikit pun. Engkau tidak kuasa memberi petunjuk kepada mereka, karena hidayah itu murni di tangan Allah. Mereka itulah orang-orang yang Allah tidak berkehendak untuk menyucikan hati mereka dari noda kekufuran dan kemunafikan. Bagi mereka di dunia ini kehinaan dan kerendahan yang tampak, dan di akhirat kelak mereka akan mendapatkan azab yang sangat besar, yaitu siksa neraka yang kekal.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Pertama, Allah menghibur Nabi-Nya ﷺ agar tidak bersedih menghadapi orang-orang yang menentang kebenaran. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada Rasul-Nya dan kepada umatnya, bahwa setiap perjuangan menegakkan kebenaran pasti akan menghadapi rintangan, namun Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar.
Kedua, kita diajarkan untuk mengenali ciri-ciri kemunafikan: perkataan yang tidak sejalan dengan hati, suka menerima kebohongan, dan gemar mengubah-ubah ajaran agama demi kepentingan pribadi. Sebagai seorang Muslim, kita harus senantiasa menjaga keikhlasan hati dan kejujuran lisan, serta berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah yang murni tanpa penyelewengan.
Ketiga, ayat ini menegaskan bahwa hidayah dan kesesatan sepenuhnya berada di tangan Allah. Tugas kita hanyalah menyampaikan kebenaran dengan penuh hikmah dan kesabaran, sementara hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Jangan pernah berputus asa dalam berdakwah, karena Allah yang akan memberikan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat hati dalam menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam kehidupan, seraya terus berdoa agar Allah menyucikan hati kita dari segala noda dosa dan menjauhkan kita dari sifat-sifat munafik. Semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang lurus dan mengokohkan kita dalam kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 39-43 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 41
Surat Ayat 41/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 39–43. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








