Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Ummi: Nabi yang tidak bisa membaca dan menulis, sebagaimana keadaan beliau sejak lahir (dinisbahkan kepada ibunya, artinya beliau dalam keadaan asli seperti ketika dilahirkan).
- Al-Isru: Beban-beban berat berupa taklif (perintah) yang menyulitkan.
- Al-Aghlal: Belenggu-belenggu berat yang mengikat, yaitu syariat-syariat sulit yang dibebankan kepada Bani Israil.
- Al-Khaba'its: Segala yang dianggap buruk dan menjijikkan oleh akal sehat serta fitrah yang selamat, seperti bangkai, darah, dan daging babi.
- Yu'azziruhu: Mengagungkan, menghormati, dan membantunya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sifat-sifat agung Nabi Muhammad ﷺ yang telah disebutkan dalam kitab-kitab suci terdahulu, yaitu Taurat dan Injil. Beliau adalah seorang Nabi yang ummi—tidak pandai membaca dan menulis—namun membawa risalah yang sempurna. Keumian beliau ini justru menjadi bukti kebenaran kenabiannya, karena mustahil beliau mengetahui berita-berita umat terdahulu melainkan melalui wahyu dari Allah.
Rasulullah ﷺ datang dengan membawa syariat yang lurus dan mudah. Beliau memerintahkan umatnya untuk melakukan segala kebaikan yang dikenal oleh akal sehat dan fitrah yang suci, seperti tauhid, kejujuran, keadilan, dan silaturahmi. Beliau juga melarang segala kemungkaran yang jelas keburukannya, seperti syirik, kedzaliman, dan perbuatan keji.
Di antara rahmat terbesar yang dibawa oleh beliau adalah menghalalkan segala yang baik dan suci—baik dari makanan, minuman, maupun pernikahan—serta mengharamkan segala yang buruk dan menjijikkan. Ini berbeda dengan syariat-syariat sebelumnya yang memberatkan. Beliau juga meletakkan beban-beban berat dan belenggu-belenggu yang dahulu membebani Bani Israil, seperti kewajiban qishash secara mutlak tanpa ada pilihan diyat, memotong bagian pakaian yang terkena najis, dan larangan bekerja di hari Sabtu.
Maka barangsiapa yang beriman kepada beliau, mengagungkan dan menghormatinya, menolongnya dalam menyebarkan agama Allah, serta mengikuti Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya sebagai cahaya petunjuk bagi seluruh umat manusia—mereka itulah orang-orang yang beruntung. Mereka akan meraih segala yang mereka harapkan berupa surga dan keridhaan Allah, serta selamat dari segala yang mereka takuti berupa siksa dan kemurkaan-Nya.
Renungan dan Hikmah:
Sungguh, Allah telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Syariat yang beliau bawa adalah syariat yang mudah, tidak memberatkan, dan sesuai dengan fitrah manusia. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat Islam ini, dan kita berlomba-lomba untuk mengikuti petunjuk beliau dalam setiap aspek kehidupan kita. Barangsiapa berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan Sunnah, maka ia telah berpegang dengan tali Allah yang kokoh, dan ia termasuk golongan orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Marilah kita jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan utama kita, karena kesuksesan sejati hanya akan diraih dengan mengikuti jejak langkah beliau.
📜 Ayat 155-159 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 157
Surat Al-A'raf Ayat 157 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya)…Surat Ayat 157/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 155–159. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








