Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- وَاكْتُبْ لَنَا: Tetapkanlah dan tuliskanlah untuk kami.
- حَسَنَةً: Kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.
- هُدْنَا: Kami kembali bertaubat kepada-Mu.
- أُصِيبُ بِهِ: Aku menimpakannya kepada siapa yang Aku kehendaki.
- وَسِعَتْ: Meliputi dan mencakup segala sesuatu.
- يَتَّقُونَ: Orang-orang yang bertakwa, yakni menjaga diri dari kemurkaan Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, kita menyaksikan doa yang sangat agung dari Nabi Musa 'alaihissalam beserta kaumnya yang bertaubat. Mereka memohon kepada Allah agar ditetapkan untuk mereka kebaikan di dunia dan di akhirat. Kebaikan di dunia mencakup segala bentuk kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan taufik untuk beramal saleh. Adapun kebaikan di akhirat adalah surga yang penuh kenikmatan abadi serta keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka mengiringi permohonan ini dengan pengakuan tulus, "Sesungguhnya kami kembali kepada-Mu," yakni kami bertaubat dari segala kesalahan dan kembali kepada ketaatan kepada-Mu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab doa mereka dengan firman-Nya yang agung: "Adzab-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki." Ini menunjukkan keadilan Allah yang sempurna; azab-Nya hanya menimpa orang-orang yang memang layak menerimanya karena kesesatan dan keingkaran mereka. Kemudian Allah menyambung dengan kabar yang sangat menggembirakan: "Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." Sungguh, rahmat Allah itu Mahaluas! Ia mencakup seluruh makhluk di dunia ini—baik yang beriman maupun yang kafir, bahkan hewan dan tumbuhan sekalipun. Semua merasakan kasih sayang dan karunia Allah. Namun, rahmat yang sempurna dan abadi di akhirat kelak, Allah tetapkan secara khusus bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Allah menjelaskan kriteria orang-orang yang berhak mendapatkan rahmat-Nya yang agung itu, yaitu: pertama, orang-orang yang bertakwa dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya; kedua, orang-orang yang menunaikan zakat dari harta mereka sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembersihan jiwa; ketiga, orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat Al-Qur'an maupun tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Perhatikanlah bagaimana Nabi Musa dan pengikutnya yang bertaubat tidak berhenti pada sekadar penyesalan, tetapi mereka langsung memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Ini mengajarkan kita bahwa taubat yang sejati harus disertai dengan harapan yang tinggi kepada Allah dan doa yang tulus.
Ketahuilah, rahmat Allah itu begitu luas dan tidak terbatas. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, betapa pun besarnya dosa yang pernah kita lakukan. Pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Namun, ingatlah bahwa rahmat Allah yang hakiki di akhirat kelak hanya akan diperoleh oleh mereka yang bertakwa, menunaikan zakat, dan beriman kepada ayat-ayat-Nya. Maka, mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita, agar kita termasuk dalam golongan yang dirahmati Allah di dunia dan di akhirat. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 154-158 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 156
Surat Al-A'raf Ayat 156 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di…Surat Ayat 156/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 154–158. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








