An-Nur · 33/64
Terjemah Transliterasi — An-Nur
وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱلَّذِينَ يَبۡتَغُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فَكَاتِبُوهُمۡ إِنۡ عَلِمۡتُمۡ فِيهِمۡ خَيۡرًاۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ ءَاتَىٰكُمۡۚ وَلَا تُكۡرِهُواْ فَتَيَٰتِكُمۡ عَلَى ٱلۡبِغَآءِ إِنۡ أَرَدۡنَ تَحَصُّنًا لِّتَبۡتَغُواْ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَمَن يُكۡرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعۡدِ إِكۡرَٰهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ  ۝٣٣
Wal yasta`fifil lazeena laa yajidoona nikaahan hata yughniyahumul laahu mi fadlih; wallazeena yabtaghoonal kitaaba mimmaa malakat aimaanukum fakaatiboohum in `alimtum feehim khairanw wa aatoohum mimmaalil laahil lazeee aataakum; wa laa tukrihoo fatayaatikum `alal bighaaa`i in aradna tahassunal litabtaghoo `aradal hayaatid dunyaa; wa mai yukrihhunna fa innal laaha mim ba`di ikraahihinna Ghafoor Raheem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • وَلْيَسْتَعْفِفْ : Hendaklah mereka menjaga kesucian diri dan menahan diri dari perkara yang diharamkan.
  • لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا : Tidak mampu melangsungkan pernikahan karena tidak memiliki biaya atau kemampuan.
  • الْكِتَابَ : Akad pembebasan diri bagi budak dengan membayar sejumlah harta kepada tuannya secara bertahap.
  • فَتَيَاتِكُمْ : Budak-budak perempuan yang kalian miliki.
  • الْبِغَاءَ : Perzinaan.
  • تَحَصُّنًا : Menjaga kesucian diri dan kehormatan.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan bimbingan yang sangat indah dalam ayat ini, mencakup tiga perkara besar yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang bersih dan bermartabat.

Pertama, Allah memerintahkan orang-orang yang belum mampu menikah—baik karena kemiskinan, belum memiliki pekerjaan, atau sebab lainnya—agar menjaga kesucian diri mereka dari segala perbuatan zina dan hal-hal yang mendekatinya. Ini adalah perintah yang tegas namun penuh kasih sayang. Allah tidak membiarkan hamba-Nya dalam kesulitan tanpa jalan keluar, karena Dia berjanji akan mencukupkan mereka dari karunia-Nya yang luas. Maka bersabarlah wahai pemuda dan pemudi yang belum menikah, janganlah kalian menghancurkan masa depan kalian dengan perbuatan keji yang mendatangkan murka Allah. Sesungguhnya di balik kesabaran menjaga kesucian diri, Allah akan membukakan pintu kemudahan yang tidak pernah kalian sangka-sangka. Kesucian diri adalah perisai yang melindungi kehormatan, dan Allah Maha Melihat kesabaran hamba-Nya.

Kedua, Allah memerintahkan para tuan yang memiliki budak—baik laki-laki maupun perempuan—agar bersedia mengabulkan permintaan budak-budak mereka yang ingin memerdekakan diri melalui akad *mukatabah* (perjanjian pembebasan dengan membayar sejumlah harta). Ini adalah ajaran Islam yang sangat mulia yang telah ada sejak empat belas abad yang lalu, jauh sebelum gerakan penghapusan perbudakan di dunia modern. Islam membuka pintu kebebasan secara bertahap dan manusiawi. Jika seorang budak diketahui memiliki kebaikan—yakni kemampuan untuk bekerja dan mencari penghasilan, kejujuran, serta ketakwaan dalam beragama—maka tuannya hendaknya menerima permintaan tersebut. Bahkan lebih dari itu, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk memberikan sebagian harta mereka kepada budak-budak tersebut agar membantu mereka melunasi kewajiban pembebasan diri. Ini adalah wujud nyata solidaritas sosial dan kasih sayang Islam terhadap mereka yang lemah. Bayangkan betapa indahnya ajaran ini: Islam tidak hanya memerintahkan pembebasan, tetapi juga menyuruh kaum muslimin untuk menyisihkan harta mereka demi membantu sesama yang membutuhkan.

Ketiga, Allah melarang dengan tegas perbuatan keji yang dilakukan oleh sebagian orang-orang munafik di masa Nabi—seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang memaksa dua budak perempuannya untuk berzina demi mendapatkan harta dunia. Allah berfirman: *"Janganlah kalian memaksa budak-budak perempuan kalian untuk berzina, padahal mereka menginginkan kesucian diri."* Ini adalah penghinaan yang sangat keras terhadap perbuatan tersebut. Bagaimana mungkin seorang manusia tega memaksa orang lain melakukan perbuatan keji demi kepentingan dunia yang fana? Allah mengingatkan bahwa harta dunia yang mereka kejar itu tidak akan pernah bisa menandingi kemuliaan jiwa yang bersih. Dan bagi budak-budak perempuan yang dipaksa, Allah memberikan kabar gembira bahwa ampunan dan rahmat-Nya senantiasa menyertai mereka, karena mereka adalah korban keterpaksaan. Dosa sepenuhnya ditanggung oleh orang yang memaksa mereka.


Pesan Dakwah:

Saudaraku seiman, renungkanlah betapa sempurnanya ajaran Islam ini. Ia menjaga kesucian jiwa, memuliakan hamba sahaya, dan melindungi kaum yang lemah dari kezaliman. Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Maka berpegang teguhlah pada ajaran-ajaran-Nya, niscaya kalian akan merasakan ketenangan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Jauhilah segala bentuk perzinaan dan perbuatan keji, karena ia merusak kehormatan dan menghancurkan kehidupan. Dan ingatlah selalu bahwa Allah bersama orang-orang yang bersabar dan menjaga kesucian diri. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk menikah dengan cara yang halal dan memberkahi kehidupan kita dengan keturunan yang saleh dan salehah. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 31-35 — An-Nur

31وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَاۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ 
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
32وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآئِكُمۡۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ 
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
33وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱلَّذِينَ يَبۡتَغُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِمَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فَكَاتِبُوهُمۡ إِنۡ عَلِمۡتُمۡ فِيهِمۡ خَيۡرًاۖ وَءَاتُوهُم مِّن مَّالِ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ ءَاتَىٰكُمۡۚ وَلَا تُكۡرِهُواْ فَتَيَٰتِكُمۡ عَلَى ٱلۡبِغَآءِ إِنۡ أَرَدۡنَ تَحَصُّنًا لِّتَبۡتَغُواْ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَمَن يُكۡرِههُّنَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ مِنۢ بَعۡدِ إِكۡرَٰهِهِنَّ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.
34وَلَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ ءَايَٰتٍ مُّبَيِّنَٰتٍ وَمَثَلًا مِّنَ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُمۡ وَمَوۡعِظَةً لِّلۡمُتَّقِينَ 
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
35۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٍ فِيهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيۡتُونَةٍ لَّا شَرۡقِيَّةٍ وَلَا غَرۡبِيَّةٍ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٌۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ 
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
An-NurIndeks Quran
64Ayat
MadaniyahRevelation
33Ayat

Terjemah — An-Nur 33

Surat Ayat 33/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu