Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَلْيَسْتَعْفِفْ : Hendaklah mereka menjaga kesucian diri dan menahan diri dari perkara yang diharamkan.
- لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا : Tidak mampu melangsungkan pernikahan karena tidak memiliki biaya atau kemampuan.
- الْكِتَابَ : Akad pembebasan diri bagi budak dengan membayar sejumlah harta kepada tuannya secara bertahap.
- فَتَيَاتِكُمْ : Budak-budak perempuan yang kalian miliki.
- الْبِغَاءَ : Perzinaan.
- تَحَصُّنًا : Menjaga kesucian diri dan kehormatan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan bimbingan yang sangat indah dalam ayat ini, mencakup tiga perkara besar yang menjadi fondasi kehidupan sosial yang bersih dan bermartabat.
Pertama, Allah memerintahkan orang-orang yang belum mampu menikah—baik karena kemiskinan, belum memiliki pekerjaan, atau sebab lainnya—agar menjaga kesucian diri mereka dari segala perbuatan zina dan hal-hal yang mendekatinya. Ini adalah perintah yang tegas namun penuh kasih sayang. Allah tidak membiarkan hamba-Nya dalam kesulitan tanpa jalan keluar, karena Dia berjanji akan mencukupkan mereka dari karunia-Nya yang luas. Maka bersabarlah wahai pemuda dan pemudi yang belum menikah, janganlah kalian menghancurkan masa depan kalian dengan perbuatan keji yang mendatangkan murka Allah. Sesungguhnya di balik kesabaran menjaga kesucian diri, Allah akan membukakan pintu kemudahan yang tidak pernah kalian sangka-sangka. Kesucian diri adalah perisai yang melindungi kehormatan, dan Allah Maha Melihat kesabaran hamba-Nya.
Kedua, Allah memerintahkan para tuan yang memiliki budak—baik laki-laki maupun perempuan—agar bersedia mengabulkan permintaan budak-budak mereka yang ingin memerdekakan diri melalui akad *mukatabah* (perjanjian pembebasan dengan membayar sejumlah harta). Ini adalah ajaran Islam yang sangat mulia yang telah ada sejak empat belas abad yang lalu, jauh sebelum gerakan penghapusan perbudakan di dunia modern. Islam membuka pintu kebebasan secara bertahap dan manusiawi. Jika seorang budak diketahui memiliki kebaikan—yakni kemampuan untuk bekerja dan mencari penghasilan, kejujuran, serta ketakwaan dalam beragama—maka tuannya hendaknya menerima permintaan tersebut. Bahkan lebih dari itu, Allah memerintahkan kaum muslimin untuk memberikan sebagian harta mereka kepada budak-budak tersebut agar membantu mereka melunasi kewajiban pembebasan diri. Ini adalah wujud nyata solidaritas sosial dan kasih sayang Islam terhadap mereka yang lemah. Bayangkan betapa indahnya ajaran ini: Islam tidak hanya memerintahkan pembebasan, tetapi juga menyuruh kaum muslimin untuk menyisihkan harta mereka demi membantu sesama yang membutuhkan.
Ketiga, Allah melarang dengan tegas perbuatan keji yang dilakukan oleh sebagian orang-orang munafik di masa Nabi—seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang memaksa dua budak perempuannya untuk berzina demi mendapatkan harta dunia. Allah berfirman: *"Janganlah kalian memaksa budak-budak perempuan kalian untuk berzina, padahal mereka menginginkan kesucian diri."* Ini adalah penghinaan yang sangat keras terhadap perbuatan tersebut. Bagaimana mungkin seorang manusia tega memaksa orang lain melakukan perbuatan keji demi kepentingan dunia yang fana? Allah mengingatkan bahwa harta dunia yang mereka kejar itu tidak akan pernah bisa menandingi kemuliaan jiwa yang bersih. Dan bagi budak-budak perempuan yang dipaksa, Allah memberikan kabar gembira bahwa ampunan dan rahmat-Nya senantiasa menyertai mereka, karena mereka adalah korban keterpaksaan. Dosa sepenuhnya ditanggung oleh orang yang memaksa mereka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, renungkanlah betapa sempurnanya ajaran Islam ini. Ia menjaga kesucian jiwa, memuliakan hamba sahaya, dan melindungi kaum yang lemah dari kezaliman. Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Maka berpegang teguhlah pada ajaran-ajaran-Nya, niscaya kalian akan merasakan ketenangan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Jauhilah segala bentuk perzinaan dan perbuatan keji, karena ia merusak kehormatan dan menghancurkan kehidupan. Dan ingatlah selalu bahwa Allah bersama orang-orang yang bersabar dan menjaga kesucian diri. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk menikah dengan cara yang halal dan memberkahi kehidupan kita dengan keturunan yang saleh dan salehah. Aamiin.
📜 Ayat 31-35 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 33
Surat Ayat 33/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








