Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Ayama (الأيامى): bentuk jamak dari *ayyim*, yaitu orang yang tidak memiliki pasangan, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang belum menikah maupun yang pernah menikah (janda/duda).
- Ash-Shalihin (الصالحين): orang-orang yang baik agamanya, akhlaknya, dan layak untuk dinikahkan.
- Ima'ikum (إمائكم): budak-budak perempuan yang beriman.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kalian untuk menikahkan orang-orang yang belum memiliki pasangan di antara kalian, baik laki-laki maupun perempuan yang masih lajang, baik yang masih perawan maupun yang sudah pernah menikah (janda atau duda). Perintah ini ditujukan kepada para wali, keluarga, atau siapa pun yang memiliki kemampuan untuk memfasilitasi pernikahan.
Allah juga memerintahkan untuk menikahkan hamba sahaya yang saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dari kalangan budak yang beriman dan berakhlak baik. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesucian diri seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang status sosial.
Kemudian Allah memberikan jaminan yang sangat indah: "Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkan mereka dengan karunia-Nya." Ayat ini menghilangkan kekhawatiran sebagian orang yang enggan menikah karena takut miskin atau tidak mampu menafkahi keluarga. Allah menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk menikah. Justru dengan pernikahan yang dilandasi keimanan dan keinginan menjaga kesucian diri, Allah akan membukakan pintu rezeki yang tidak disangka-sangka.
Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang agung: "Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." Artinya, rezeki Allah itu sangat luas, tidak terbatas, dan tidak akan habis. Dia Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya, siapa yang benar-benar membutuhkan, dan Dia akan memberikan rezeki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah kabar gembira bagi setiap muslim yang ingin menjaga kesucian dirinya. Islam sangat menganjurkan pernikahan sebagai jalan untuk melindungi diri dari perbuatan dosa dan sebagai sarana untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Jangan biarkan rasa takut akan kemiskinan menghalangi langkah mulia ini. Ingatlah, Allah yang menciptakan manusia pasti akan memberikan rezeki-Nya. Betapa banyak orang yang menikah dalam keadaan sederhana, namun kemudian Allah membukakan pintu rezeki yang melimpah melalui pernikahan tersebut. Sebaliknya, betapa banyak orang yang menunda pernikahan karena alasan ekonomi, justru terjerumus dalam perbuatan yang dilarang Allah.
Marilah kita saling membantu dalam kebaikan ini. Jika kita memiliki saudara, teman, atau kerabat yang sudah siap menikah dan berakhlak baik, bantulah mereka untuk menemukan pasangan yang saleh dan salehah. Jangan pelit untuk menjadi perantara kebaikan, karena siapa pun yang memfasilitasi pernikahan, ia akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.
Percayalah, janji Allah itu pasti. Dia Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Maka, jangan ragu untuk melangkah menuju pernikahan yang diberkahi, karena di dalamnya terdapat keberkahan, ketenangan hati, dan perlindungan dari api maksiat. Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita menuju kebaikan dan memberikan kita keluarga yang diridhai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 30-34 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 32
Surat An-Nur Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang…Surat Ayat 32/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








