Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ: Tidak menunggu-nunggu waktu masak makanan tersebut.
- فَانتَشِرُوا: Maka keluarlah dan bubarlah dari rumah Nabi.
- مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ: Berlama-lama duduk untuk berbincang-bincang dan mengobrol.
- مَتَاعًا: Sesuatu yang dibutuhkan berupa perabotan rumah atau keperluan lainnya.
- حِجَابٍ: Tabir atau penghalang yang menutupi.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengamalkan syariat-Nya! Janganlah kalian memasuki rumah-rumah Nabi Muhammad ﷺ kecuali setelah mendapatkan izin untuk masuk, yaitu ketika kalian diundang untuk menyantap makanan. Dan janganlah kalian datang lebih awal lalu duduk menunggu-nunggu makanan itu matang. Akan tetapi, apabila kalian diundang, maka masuklah. Dan apabila kalian telah selesai makan, maka segeralah keluar dan bubarlah, janganlah kalian berlama-lama duduk untuk sekadar mengobrol dan berbincang-bincang. Sesungguhnya perilaku menunggu dan berlama-lama itu menyakiti hati Nabi ﷺ, namun beliau merasa malu untuk menyuruh kalian keluar. Akan tetapi Allah tidak malu untuk menyampaikan kebenaran, maka Allah menjelaskan kepada kalian adab yang baik ini.
Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada istri-istri Nabi ﷺ, maka mintalah dari balik tabir, janganlah kalian melihat atau meminta secara langsung berhadapan dengan mereka. Hal itu lebih menyucikan hati kalian dan hati mereka dari bisikan-bisikan syaitan dan lintasan-lintasan buruk yang dapat mengarah pada fitnah. Sesungguhnya melihat itu adalah pangkal dari segala fitnah.
Dan tidaklah patut bagi kalian untuk menyakiti Rasulullah ﷺ dengan perkataan maupun perbuatan, dan tidak pula patut bagi kalian untuk menikahi istri-istri beliau setelah beliau wafat selama-lamanya. Karena mereka adalah ibu-ibu kaum mukminin, dan tidak halal bagi seorang anak untuk menikahi ibunya. Sesungguhnya perbuatan menyakiti Rasulullah ﷺ dan menikahi istri-istrinya setelah beliau wafat adalah dosa yang sangat besar di sisi Allah.
Hikmah dan Pelajaran Berharga:
Ayat yang mulia ini mengandung adab-adab luhur yang diajarkan oleh Islam, yang menunjukkan betapa tingginya akhlak dan kesopanan yang ingin ditanamkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Perhatikanlah bagaimana Allah ﷻ mengajarkan kepada kita untuk menghormati privasi orang lain, tidak memasuki rumah seseorang tanpa izin, dan tidak memberatkan tuan rumah dengan berlama-lama duduk setelah selesai makan. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana menjaga perasaan sesama muslim.
Ayat ini juga menegaskan kedudukan mulia istri-istri Nabi ﷺ sebagai Ummahatul Mukminin (ibu-ibu kaum beriman), yang wajib dihormati dan dijaga kehormatannya. Perintah untuk berbicara dari balik tabir adalah bentuk perlindungan terhadap kesucian hati dan kehormatan mereka. Ini mengajarkan kita betapa Islam sangat menjaga kemurnian hati dan menjauhkan umatnya dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah dan kerusakan moral.
Marilah kita renungkan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang begitu indah ini. Setiap aturan yang Allah tetapkan pasti memiliki hikmah yang dalam untuk kebaikan kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan mengamalkan adab-adab ini, kita tidak hanya menjaga hubungan baik dengan sesama, tetapi juga meraih kecintaan Allah dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga adab dan menghormati kehormatan orang lain, terutama kepada keluarga Nabi kita tercinta ﷺ.
📜 Ayat 51-55 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 53
Surat Al-Ahzab Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali…Surat Ayat 53/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








