Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Asyiddā' (أَشِدَّاءُ): keras, tegas, dan kuat.
- Ruhamā' (رُحَمَاءُ): saling mengasihi dan menyayangi.
- Sīmāhum (سِيمَاهُمْ): tanda atau ciri yang tampak.
- Syath'ahu (شَطْأَهُ): tunas atau cabang-cabang tanaman yang baru tumbuh.
- Āzarahu (آزَرَهُ): menguatkan dan menopangnya.
- Istaghlazha (اسْتَغْلَظَ): menjadi tebal, kokoh, dan kuat.
- Sūqih (سُوقِهِ): batang-batang tanaman yang tegak.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memuliakan Nabi-Nya dengan menyebutnya secara langsung: Muhammad adalah utusan Allah. Kemudian Allah memuji para sahabat radhiyallahu 'anhum yang bersama beliau, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki sifat tegas dan keras terhadap orang-orang kafir yang memerangi agama Allah, namun di antara sesama mereka saling berkasih sayang, lembut, dan saling menolong bagaikan satu tubuh. Apabila engkau melihat mereka, engkau akan mendapati mereka dalam keadaan rukuk dan sujud, tekun melaksanakan shalat, tidak bosan beribadah kepada Rabb mereka. Mereka senantiasa mengharapkan karunia Allah berupa surga dan keridaan-Nya. Tanda keimanan dan ketakwaan mereka tampak jelas pada wajah mereka, berupa cahaya dan keindahan yang merupakan bekas sujud dan ibadah mereka kepada Allah.
Demikianlah sifat mereka yang disebutkan dalam kitab Taurat. Adapun perumpamaan mereka dalam kitab Injil adalah seperti sebatang tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu tunas itu tumbuh dan menguatkan batangnya, kemudian menjadi tebal dan kokoh, lalu berdiri tegak di atas batangnya dengan indah dan mengagumkan para petani. Demikianlah keadaan para sahabat Nabi ﷺ: mereka mulai dari jumlah yang sedikit, lalu Allah menguatkan mereka dengan iman dan persatuan, sehingga mereka menjadi umat yang kuat, kokoh, dan mulia. Allah menjadikan kekuatan dan keindahan mereka ini sebagai penyebab kemarahan dan kebencian orang-orang kafir, karena mereka tidak mampu menandingi kejayaan Islam dan kaum muslimin.
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh di antara mereka—dan setiap orang yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat—ampunan atas dosa-dosa mereka dan pahala yang sangat besar, yaitu surga yang penuh kenikmatan. Janji Allah pasti terpenuhi dan tidak akan pernah diingkari.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Sungguh indah gambaran yang Allah lukiskan tentang Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Mereka adalah teladan terbaik dalam keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan: tegas terhadap musuh, namun penuh kasih sayang terhadap sesama. Mereka adalah generasi yang hidupnya dipenuhi ibadah, wajah-wajah mereka bercahaya karena dekat dengan Allah.
Wahai saudaraku, marilah kita meneladani sifat-sifat mulia ini. Jadikanlah shalat dan ketaatan sebagai cahaya yang menerangi wajah dan hati kita. Jadikanlah persatuan dan kasih sayang di antara sesama muslim sebagai kekuatan kita, dan jadikanlah ketegasan kita hanya kepada mereka yang memusuhi agama Allah. Sesungguhnya Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh—siapa pun mereka, di zaman apa pun—dengan ampunan dan pahala yang besar. Maka berpegangteguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya engkau termasuk dalam golongan yang dijanjikan kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 27-29 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 29
Surat Al-Fath Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan…Surat Ayat 29/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 27–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








