Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- La’ibun (لَعِبٌ): Permainan yang sia-sia, tidak ada hasil yang bermanfaat.
- Lahwun (لَهْوٌ): Kesibukan yang melalaikan hati dari perkara yang lebih penting.
- Zīnah (زِينَةٌ): Perhiasan dan keindahan lahiriah yang memukau pandangan.
- Tafākhur (تَفَاخُرٌ): Saling membanggakan diri dengan kelebihan duniawi.
- Takātsur (تَكَاثُرٌ): Berlomba-lomba mengumpulkan banyak harta dan anak.
- Ghaits (غَيْثٍ): Hujan yang bermanfaat bagi tumbuhan.
- A’jabal-kuffār (أَعْجَبَ الْكُفَّارَ): Membuat kagum para petani (karena mereka menutup benih di tanah, maka disebut kuffār, dari kata *kafara* yang berarti menutup).
- Yahīj (يَهِيجُ): Menjadi kering dan layu.
- Ḥuthām (حُطَامًا): Hancur menjadi serpihan-serpihan kecil yang berserakan.
- Matā’ul-ghurūr (مَتَاعُ الْغُرُورِ): Kenikmatan yang menipu, sebagaimana fatamorgana yang tampak indah namun hakikatnya kosong.
Tafsir Lengkap:
Wahai manusia, ketahuilah dengan sepenuh keyakinan bahwa hakikat kehidupan dunia ini tidak lebih dari permainan yang melalaikan dan senda gurau yang menghibur sesaat. Ia adalah perhiasan yang memukau mata, tempat kalian saling berbangga diri di hadapan sesama, serta ajang perlombaan mengumpulkan harta dan memperbanyak keturunan. Semua itu tampak indah dan menggoda, namun sesungguhnya ia sangat cepat berlalu dan tidak kekal.
Allah memberikan perumpamaan yang sangat jelas: kehidupan dunia itu bagaikan hujan yang turun ke bumi, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman hijau yang membuat para petani takjub akan keindahannya. Namun tidak lama kemudian, tanaman itu menjadi kering dan layu, lalu engkau melihatnya menguning setelah sebelumnya hijau segar, dan akhirnya hancur menjadi serpihan-serpihan kering yang diterbangkan angin. Demikianlah dunia—indah sesaat, lalu sirna dan tidak meninggalkan apa pun kecuali kenangan.
Setelah kehidupan yang fana ini, terdapat dua jalan akhirat yang sangat berbeda: azab yang pedih bagi mereka yang terpedaya oleh dunia dan mengingkari Allah, serta ampunan dan keridaan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Ampunan menghapus dosa-dosa, dan rida Allah adalah kenikmatan terbesar yang tidak dapat dibandingkan dengan segala keindahan dunia.
Maka ketahuilah, kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang menipu bagi siapa saja yang menjadikannya tujuan utama dan melupakan akhirat. Ia seperti buih di lautan—indah dipandang namun segera pecah dan hilang. Sungguh merugi orang yang menjual surga yang kekal hanya demi kesenangan dunia yang fana.
Saudaraku, jangan biarkan hatimu terikat pada sesuatu yang pasti akan sirna. Jadikanlah dunia sebagai ladang untuk menuai bekal akhirat. Keindahan dunia boleh dinikmati, tetapi jangan sampai melalaikanmu dari tujuan penciptaanmu. Ingatlah bahwa setiap tetes air mata, setiap sujud, dan setiap amal kebaikan yang engkau persembahkan untuk Allah akan menjadi cahaya yang menerangi jalanmu menuju rida-Nya yang kekal. Sungguh, betapa indahnya jika engkau termasuk orang-orang yang memilih ampunan dan rida Allah di atas segala gemerlap dunia yang menipu ini.
📜 Ayat 18-22 — Al-Hadid
Terjemah — Al-Hadid 20
Surat Al-Hadid Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu…Surat Ayat 20/29 — Al-Hadid الحديد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hadid Dengarkan, Al-Hadid Terjemah, Al-Hadid mp3, Al-Hadid pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








