Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- شَهِدَ (syahida): hadir dan berada di tempat tinggal (mukim), bukan dalam keadaan safar.
- الْفُرْقَانِ (al-furqān): pembeda antara yang hak dan yang batil.
- الْعُسْرَ (al-'usr): kesulitan dan kesempitan.
- الْيُسْرَ (al-yusr): kemudahan dan kelapangan.
Tafsir Ayat:
Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalam bulan inilah Allah Subhanahu wa Ta'ala memulai menurunkan Al-Qur'an, tepatnya pada malam Lailatul Qadar, dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul 'Izzah di langit dunia, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad ﷺ. Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, membawa mereka keluar dari kegelapan kesesatan menuju cahaya kebenaran. Di dalamnya terdapat dalil-dalil yang jelas dan terang yang menunjukkan kebenaran petunjuk Allah, serta menjadi pembeda yang tegas antara kebenaran dan kebatilan.
Maka barang siapa di antara kalian yang hadir dan berada di tempat tinggalnya (mukim) dalam keadaan sehat, maka wajib baginya untuk berpuasa di siang harinya. Adapun bagi orang yang sakit yang berat baginya untuk berpuasa, atau orang yang sedang dalam perjalanan (safar), maka Allah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa. Namun, mereka wajib mengganti (qadha) puasa tersebut pada hari-hari lain di luar bulan Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menginginkan kemudahan bagi kalian dalam segala syariat-Nya, dan Dia tidak menginginkan kesulitan bagi kalian. Ini adalah bukti kasih sayang Allah yang begitu besar kepada hamba-hamba-Nya. Syariat Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kesempitan. Allah juga menginginkan kalian menyempurnakan jumlah hari puasa sebulan penuh, dan agar kalian mengagungkan Allah dengan bertakbir pada malam Idul Fitri sebagai tanda syukur atas petunjuk yang telah Dia berikan kepada kalian. Dengan demikian, diharapkan kalian menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat hidayah, taufik, dan kemudahan yang telah Allah limpahkan.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya agama Islam ini! Allah tidak pernah memberatkan hamba-Nya melampaui batas kemampuan. Puasa Ramadhan adalah madrasah keimanan yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan. Ketika kita berpuasa, kita merasakan bagaimana nikmatnya makanan dan minuman yang selama ini mungkin jarang kita syukuri. Dan ketika Allah memberikan keringanan bagi yang sakit dan musafir, itu semua adalah bukti cinta-Nya kepada kita. Maka janganlah pernah merasa berat menjalankan perintah-Nya, karena di balik setiap kewajiban terdapat hikmah yang dalam dan pahala yang berlimpah. Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan hati yang gembira, penuh harap akan ampunan dan rahmat-Nya, serta jadikan setiap detiknya sebagai ladang pahala dan perbaikan diri. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bersyukur dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 183-187 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 185
Surat Al-Baqarah Ayat 185 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang…Surat Ayat 185/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 183–187. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








