Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qawwamun: Pemimpin, penanggung jawab, pengurus, dan pemberi bimbingan.
- Nusyuz: Ketinggian diri, pembangkangan, atau sikap menentang terhadap suami.
- Qanitat: Taat kepada Allah dan taat kepada suami.
- Hafizhatun lil-ghaib: Menjaga diri, harta, dan kehormatan suami saat suami tidak ada.
- Fadhzribuhunna: Pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan tidak melukai).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini berbicara tentang hubungan suami-istri dalam Islam dengan sangat adil dan bijaksana. Allah ﷻ menetapkan bahwa laki-laki (suami) adalah pemimpin dan penanggung jawab atas kaum perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dengan kelebihan yang sesuai dengan kodrat dan tanggung jawab yang diemban, seperti kekuatan fisik, akal yang lebih dominan dalam kepemimpinan rumah tangga, serta karena laki-laki menafkahkan sebagian harta mereka untuk mahar dan nafkah keluarga. Ini bukan berarti laki-laki lebih mulia di sisi Allah, tetapi ini adalah pembagian peran yang adil agar kehidupan rumah tangga berjalan harmonis.
Kemudian Allah ﷻ menjelaskan sifat wanita-wanita yang salehah, yaitu mereka yang taat kepada Allah dan taat kepada suaminya, serta menjaga diri, harta, dan kehormatan suami ketika suami tidak berada di tempat, sebagai wujud rasa syukur atas penjagaan dan kasih sayang Allah kepada mereka.
Adapun jika seorang istri dikhawatirkan melakukan nusyuz (pembangkangan), maka Islam memberikan solusi bertahap yang penuh hikmah:
- Nasihatilah mereka dengan perkataan yang baik, lembut, dan mengingatkan mereka akan takut kepada Allah.
- Jika nasihat tidak berhasil, pisahkanlah mereka dari tempat tidur sebagai bentuk teguran yang tegas namun tetap menjaga kehormatan.
- Jika masih belum berhasil, barulah dibolehkan memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan (tidak melukai, tidak memukul wajah, dan tidak meninggalkan bekas). Ini adalah langkah terakhir yang sangat dibatasi dan bukan bentuk kekerasan.
Namun, jika mereka kembali taat dan patuh, maka janganlah mencari-cari alasan untuk menyakiti atau menzalimi mereka. Ingatlah, Allah ﷻ Maha Tinggi dan Maha Besar, dan Dia Maha Kuasa atas segalanya. Jika seorang suami menzalimi istrinya, maka Allah akan membela istri yang dizalimi tersebut.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini adalah bukti keadilan dan kasih sayang Islam terhadap perempuan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan, tetapi mengajarkan tanggung jawab, kasih sayang, dan kebijaksanaan dalam memimpin rumah tangga. Seorang suami adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas kepemimpinannya. Maka jadilah pemimpin yang penuh cinta, teladan yang baik, dan suami yang bertakwa. Dan bagi para istri, jadilah wanita salehah yang menjadi perhiasan dunia, penyejuk hati suami, dan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Rumah tangga yang dibangun di atas ketakwaan dan saling menghormati akan menjadi ladang pahala yang berlimpah di sisi Allah ﷻ. Mari kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup agar keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta mendapat ridha Allah ﷻ.
📜 Ayat 32-36 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 34
Surat An-Nisa Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena…Surat Ayat 34/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








