Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَوَالِيَ (mawāliya): bentuk jamak dari *mawlā*, artinya ahli waris atau orang-orang yang berhak menerima warisan.
- عَقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ (ʿaqadat aymānukum): sumpah-sumpah yang kalian ikat, yaitu perjanjian bersekutu dan tolong-menolong yang dikuatkan dengan sumpah.
- نَصِيبَهُمْ (naṣībahum): bagian atau hak mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai umat manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan dengan penuh hikmah dan keadilan bahwa untuk setiap harta peninggalan, Dia menjadikan para pewaris yang berhak menerimanya. Baik itu warisan dari kedua orang tua maupun dari kerabat dekat, semuanya telah diatur dengan rapi dan jelas oleh Allah. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar harta tidak hilang sia-sia dan hak-hak setiap orang dapat terpenuhi dengan adil.
Pada masa awal Islam, terdapat ketentuan bahwa orang-orang yang mengikat perjanjian setia dan saling tolong-menolong melalui sumpah yang kuat juga berhak mendapatkan bagian dari warisan. Allah memerintahkan agar mereka diberikan bagian yang telah disepakati sebagai bentuk penghormatan terhadap ikatan persaudaraan dan kesetiaan tersebut. Namun, ketentuan ini kemudian dihapus (dinaskh) ketika ayat-ayat tentang warisan yang lebih rinci diturunkan, di mana hak waris ditetapkan berdasarkan hubungan kekerabatan, pernikahan, dan wala' (pembebasan budak).
Allah menutup ayat ini dengan peringatan yang sangat tegas: *"Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu."* Ini adalah ancaman bagi siapa saja yang berusaha menghalangi atau mengurangi hak-hak orang lain yang telah Allah tetapkan. Tidak ada satu pun perbuatan, sumpah, atau perjanjian yang luput dari pengawasan Allah. Dia mengetahui setiap niat dan tindakan hamba-Nya, dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya syariat Islam dalam mengatur kehidupan, termasuk dalam hal pembagian harta warisan. Allah tidak membiarkan urusan ini berjalan tanpa aturan, justru Dia menetapkan dengan sangat rinci agar tidak ada kezaliman dan perselisihan di antara manusia. Ini adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya.
Marilah kita renungkan: betapa indahnya Islam yang menjaga hak setiap orang, bahkan hak mereka yang telah mengikat janji kesetiaan sekalipun. Islam mengajarkan kita untuk menepati janji dan memberikan hak kepada yang berhak. Namun, ketika aturan baru datang, kita pun harus patuh dan tunduk, karena semua itu demi kemaslahatan kita bersama.
Ketahuilah, Allah Maha Menyaksikan setiap amal kita. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Maka, jadilah hamba yang jujur, adil, dan amanah dalam segala urusan, terutama dalam urusan harta. Jangan sekali-kali kita memakan hak orang lain, karena Allah akan menuntutnya di akhirat kelak. Sebaliknya, berikanlah hak-hak itu dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, niscaya Allah akan melimpahkan keberkahan dalam hidup kita.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga amanah dan menjauhi segala bentuk kezaliman. Aamiin.
📜 Ayat 31-35 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 33
Surat Ayat 33/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








