Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Hadyu: Hewan kurban yang dibawa ke Tanah Suci (seperti unta atau sapi) untuk disembelih di sekitar Ka'bah.
- Ma'kufan: Ditahan, dicegah, atau dihalangi dari melanjutkan perjalanan.
- Mahilluhu: Tempat penyembelihan yang semestinya, yaitu Tanah Haram (Makkah).
- Tatha'uhum: Menginjak atau membunuh mereka.
- Ma'arratun: Dosa, aib, atau beban berat yang menimpa akibat perbuatan tanpa disengaja.
- Tazayyalu: Berpisah dan terpisah satu sama lain (antara orang mukmin dan kafir).
Tafsir:
Ayat yang mulia ini mengungkapkan kondisi kaum musyrik Quraisy yang telah menutup pintu kebaikan bagi diri mereka sendiri. Merekalah orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menghalangi kaum Muslimin untuk memasuki Masjidil Haram pada peristiwa Hudaibiyyah. Mereka juga menahan hewan-hewan kurban yang dibawa kaum Muslimin sehingga tidak sampai ke tempat penyembelihannya di Tanah Suci. Ini adalah bentuk kezaliman dan kesombongan mereka yang sangat nyata.
Namun, di balik semua itu, terdapat hikmah Ilahi yang agung. Seandainya tidak ada sekelompok laki-laki dan perempuan mukmin yang lemah dan tertindas di tengah-tengah kaum musyrik Makkah — mereka menyembunyikan keimanan karena takut akan keselamatan jiwa mereka — dan kalian tidak mengenali mereka, maka kalian akan menginjak dan membunuh mereka bersama orang-orang kafir. Hal itu akan menimbulkan dosa, aib, dan beban berat bagi kalian tanpa kalian sadari. Maka Allah menahan kalian dari peperangan demi melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman, meskipun kalian tidak mengetahui keberadaan mereka.
Allah melakukan semua ini dengan tujuan mulia: agar Dia memasukkan ke dalam rahmat-Nya — yaitu agama Islam — siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Sebagian dari mereka yang tadinya kafir akan diberi petunjuk dan menjadi mukmin setelah sebelumnya ingkar. Inilah kasih sayang Allah yang meliputi seluruh makhluk-Nya. Andai saja orang-orang mukmin itu terpisah dengan jelas dari orang-orang kafir, niscaya Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada orang-orang kafir melalui tangan kaum Muslimin, berupa pembunuhan dan penawanan.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah ajaran Islam yang sangat menjaga jiwa manusia. Allah lebih memilih menunda kemenangan yang sudah di depan mata demi melindungi nyawa sekelompok hamba-Nya yang beriman namun lemah. Ini mengajarkan kita bahwa nilai seorang mukmin di sisi Allah sangatlah agung, meskipun ia tersembunyi dan tidak dikenal. Islam tidak pernah menginginkan pertumpahan darah tanpa hak, bahkan terhadap mereka yang berbeda keyakinan sekalipun.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk selalu husnuzhan (berprasangka baik) terhadap ketentuan Allah. Terkadang kita merasa kecewa ketika sebuah keinginan tidak tercapai, padahal di balik itu semua tersimpan hikmah yang belum kita ketahui. Sebagaimana kaum Muslimin saat itu kecewa karena tidak dapat memasuki Makkah, namun Allah melindungi mereka dari dosa yang tidak mereka sadari.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga: bahwa kesabaran dan kepasrahan kepada ketentuan Allah akan berbuah kebaikan yang melimpah. Dan ketahuilah, rahmat Allah itu luas — Dia menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya, baik yang telah beriman maupun yang masih dalam kegelapan kekufuran, agar mereka semua mendapatkan petunjuk dan kembali ke jalan yang lurus.
📜 Ayat 23-27 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 25
Surat Al-Fath Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil…Surat Ayat 25/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








