Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Hamiyyah (الْحَمِيَّةَ): berarti keangkuhan, kesombongan, dan keberpihakan yang membabi buta kepada kelompok sendiri tanpa dasar kebenaran.
- Hamiyyatul-Jāhiliyyah (حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ): yaitu sifat fanatik kesukuan dan kesombongan yang menjadi ciri khas masyarakat jahiliyah, yang menolak kebenaran karena gengsi dan harga diri yang salah.
- As-Sakīnah (السَّكِينَةَ): ketenangan hati, ketenteraman jiwa, dan keteguhan yang Allah turunkan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang beriman.
- Kalimatut-Taqwa (كَلِمَةَ التَّقْوَى): kalimat yang menjadi pondasi ketakwaan, yaitu kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin, ingatlah peristiwa agung di balik perjanjian Hudaibiyah, ketika orang-orang kafir Quraisy mengisi hati mereka dengan kesombongan dan keangkuhan khas jahiliyah. Mereka menolak kebenaran bukan karena ragu, melainkan karena gengsi dan harga diri yang keliru. Mereka enggan menuliskan "Bismillāhirrahmānirrahīm" dan menolak menyebut "Muhammad Rasulullah" dalam perjanjian damai tersebut, karena kesombongan mereka yang membara.
Namun lihatlah keindahan akhlak Islam! Allah menurunkan ketenangan dan ketenteraman ke dalam hati Rasulullah ﷺ dan kaum mukminin. Mereka tidak membalas keburukan dengan keburukan, tidak terpancing emosi, dan tidak melanggar kesepakatan. Justru mereka menunjukkan kedewasaan iman yang luar biasa. Allah mengikat hati mereka dengan kalimat takwa, yaitu kalimat "Lā ilāha illallāh", dan menjadikan mereka teguh di atasnya. Kalimat inilah yang menjadi benteng ketakwaan dan kunci keselamatan.
Sungguh, kalimat tauhid ini lebih berhak dimiliki oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang mulia, karena hati mereka bersih dan ikhlas, bukan oleh orang-orang musyrik yang sombong. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Dia tahu siapa yang layak menyandang kalimat mulia ini dan siapa yang tidak.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita bahwa kesombongan adalah penyakit hati yang menghalangi seseorang dari kebenaran. Orang-orang kafir Quraisy menolak Islam bukan karena kebodohan, tetapi karena hati mereka dipenuhi kesombongan. Sebaliknya, orang-orang beriman dianugerahi ketenangan dan keteguhan hati karena mereka merendahkan diri di hadapan Allah.
Marilah kita jadikan kalimat "Lā ilāha illallāh" sebagai pegangan hidup kita. Kalimat ini bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus meresap ke dalam hati dan tercermin dalam seluruh amal perbuatan kita. Dengan bertakwa kepada Allah, hati kita akan diliputi ketenangan, dan Allah akan menjaga kita dari segala keburukan.
Ingatlah, Allah Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya. Dia tidak melihat penampilan luar, tetapi melihat ketulusan dan ketakwaan dalam hati. Maka perbaikilah hati kita, jauhkan diri dari kesombongan, dan hiasilah diri dengan ketakwaan. Insya Allah, kita akan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah dan berhak mendapatkan ketenangan serta keberkahan dari-Nya.
📜 Ayat 24-28 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 26
Surat Al-Fath Ayat 26 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan…Surat Ayat 26/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








