Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- اُدْعُ : Serulah, ajaklah.
- سَبِيلِ رَبِّكَ : Jalan Tuhanmu, yaitu agama Islam yang lurus.
- بِالْحِكْمَةِ : Dengan perkataan yang tegas, benar, dan bijaksana, sesuai dengan keadaan serta pemahaman orang yang diajak.
- الْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ : Nasihat yang baik, disampaikan dengan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan menyentuh hati, tanpa kekerasan atau celaan.
- وَجَادِلْهُمْ : Dan berdebatlah atau berdiskusi dengan mereka (orang-orang yang menentang).
- بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ : Dengan cara yang paling baik, yaitu dengan kelembutan, sopan santun, dan logika yang sehat.
- ضَلَّ : Tersesat dari kebenaran.
- الْمُهْتَدِينَ : Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, serulah seluruh umat manusia—kamu dan para pengikutmu—kepada jalan Rabbmu, yaitu agama Islam yang lurus dan diridhai. Ajaklah mereka dengan hikmah, yakni perkataan yang benar, tegas, dan bijaksana, yang disesuaikan dengan kondisi, akal, dan pemahaman masing-masing orang. Janganlah kamu memukul rata cara dakwahmu, karena setiap orang memiliki tingkat kecerdasan dan keterbukaan hati yang berbeda.
Kemudian, nasihatilah mereka dengan nasihat yang baik (mau'izhah hasanah), yaitu nasihat yang disampaikan dengan kelembutan, penuh cinta, dan kasih sayang, yang mampu menggugah hati untuk berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Hindarilah sikap kasar dan keras, karena hati manusia itu lunak dan mudah tersentuh oleh kelembutan.
Dan jika mereka membantah atau menentang, maka bantahlah mereka dengan cara yang paling baik. Artinya, berdebatlah dengan sopan, gunakan argumen yang logis, tenang, dan tidak emosional. Jangan sekali-kali membalas kebencian dengan kebencian, atau kebodohan dengan kebodohan. Tujuanmu bukanlah untuk menang dalam perdebatan, melainkan untuk menyampaikan kebenaran dan menyelamatkan mereka dari kesesatan.
Ketahuilah wahai Rasul, tugasmu hanyalah menyampaikan dan mengajak. Adapun hidayah dan petunjuk hati, itu sepenuhnya urusan Allah. Sesungguhnya Rabbmu—Dia lah yang Maha Mengetahui siapa saja yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia pula yang Maha Mengetahui siapa saja yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu bersedih dan membinasakan dirimu karena mereka tidak beriman. Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan amal dan pilihannya.
Nasihat dan Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang agung ini adalah pedoman hidup bagi setiap dai dan penyeru kebaikan. Islam adalah agama yang indah, dan keindahannya harus tercermin dalam cara kita menyampaikannya. Allah tidak memerintahkan kita untuk memaksa, melainkan untuk mengajak dengan hikmah dan kelembutan. Karena hati manusia itu seperti kuncup bunga—ia akan mekar dengan sentuhan kasih sayang, bukan dengan paksaan dan kekerasan.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai cermin dalam berdakwah, baik kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas. Sampaikanlah kebenaran dengan bijak, nasihatilah dengan penuh cinta, dan berdebatlah dengan adab yang mulia. Dengan begitu, kita tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga meneladankan akhlak Rasulullah ﷺ yang penuh kasih sayang. Ingatlah, tugas kita hanyalah menanam benih kebaikan, dan Allah yang akan menumbuhkan serta memetik buahnya. Maka jangan pernah lelah berbuat baik, dan jangan pernah putus asa dalam menyebarkan cahaya Islam.
📜 Ayat 123-127 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 125
Surat An-Nahl Ayat 125 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang…Surat Ayat 125/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 123–127. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








