Terjemah — Tafsir
Makna Kata-kata Penting:
- السَّبْتُ (As-Sabt): Hari Sabtu, hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi.
- جُعِلَ (Ju'ila): Dijadikan, ditetapkan, difardukan.
- اخْتَلَفُوا فِيهِ (Ikhtalafu fihi): Mereka berselisih tentangnya, yaitu berselisih tentang hari yang mulia untuk beribadah.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang asal-usul penetapan hari Sabtu sebagai hari ibadah bagi kaum Yahudi. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menetapkan pengagungan hari Sabtu itu kecuali khusus bagi orang-orang Yahudi yang berselisih tentang hari yang seharusnya mereka agungkan. Ketika itu, Allah memerintahkan mereka untuk mengagungkan hari Jumat dan menjadikannya sebagai hari ibadah, tetapi mereka justru berselisih dan menyimpang dari perintah tersebut. Mereka memilih hari Sabtu sebagai gantinya, padahal hari Jumat adalah hari yang lebih utama dan lebih mulia. Maka Allah membebani mereka dengan kewajiban mengagungkan hari Sabtu sebagai ujian dan hukuman atas perselisihan mereka itu.
Perhatikanlah, wahai saudaraku, betapa besarnya nikmat Allah kepada umat Islam ini. Allah telah memberikan petunjuk kepada kita untuk mengagungkan hari Jumat, yang merupakan hari terbaik yang pernah disinari matahari. Di dalamnya terdapat banyak keutamaan, seperti shalat Jumat yang diwajibkan, dan di dalamnya terdapat satu saat yang mustajab untuk berdoa. Ini semua adalah rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita, agar kita tidak tersesat seperti kaum sebelumnya.
Kemudian Allah menegaskan kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dan kepada kita semua: "Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu." Ini adalah janji yang pasti dari Allah. Pada hari kiamat nanti, Allah akan menghakimi dengan adil antara kaum Yahudi yang berselisih itu, dan juga antara seluruh hamba-Nya yang berselisih dalam urusan agama. Setiap kelompok akan menerima balasan yang setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat di dunia.
Wahai saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah kita menjadi hamba yang suka berselisih dalam urusan agama, karena perselisihan itu hanya akan membawa kerugian dan kesesatan. Sebaliknya, marilah kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Nabi kita, bersatu di atas kebenaran, dan menjadikan hari Jumat sebagai hari yang penuh berkah dan keutamaan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Adil dalam memberikan keputusan. Maka bertakwalah kepada Allah, dan jadilah hamba-hamba-Nya yang bersyukur atas nikmat Islam dan petunjuk yang telah diberikan kepada kita.
📜 Ayat 122-126 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 124
Surat An-Nahl Ayat 124 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih…Surat Ayat 124/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 122–126. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








