Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āyah (آيَةٍ): Mukjizat, bukti, dan tanda yang jelas.
- Qiblat (قِبْلَة): Arah kiblat, yaitu Ka'bah.
- Ahwā'ahum (أَهْوَاءَهُم): Keinginan dan hawa nafsu mereka (Yahudi dan Nasrani) dalam hal agama.
- Al-'Ilm (الْعِلْم): Ilmu yang yakin dan pasti, yaitu wahyu dari Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, demi Allah, sungguh jika engkau datangkan kepada orang-orang yang telah diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani) segala macam mukjizat dan bukti yang menunjukkan bahwa kiblatmu (Ka'bah) adalah kiblat yang benar dari Allah, mereka tetap tidak akan mengikuti kiblatmu. Hal ini karena kesombongan dan keangkuhan mereka dalam menolak kebenaran. Mereka lebih memilih kebatilan daripada petunjuk, dan mereka tidak akan pernah rela meninggalkan tradisi nenek moyang mereka.
Dan engkau pun, wahai Nabi, tidak akan mengikuti kiblat mereka, karena Allah telah memalingkanmu ke arah yang Dia ridhai, yaitu Ka'bah. Bahkan di antara mereka sendiri pun tidak ada yang mengikuti kiblat yang lain; orang-orang Yahudi tidak mengikuti kiblat orang-orang Nasrani, dan orang-orang Nasrani tidak mengikuti kiblat orang-orang Yahudi. Masing-masing golongan saling mengingkari dan mengkafirkan yang lain.
Kemudian Allah memberikan peringatan yang sangat tegas: "Dan jika engkau mengikuti keinginan dan hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu ilmu yang yakin dan benar dari Allah tentang kiblat dan syariat Islam, maka sungguh engkau termasuk orang-orang yang zalim." Peringatan ini ditujukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai bentuk pengagungan terhadap kedudukan wahyu, namun Allah telah menjaga Nabi-Nya dari hal tersebut. Yang dimaksud sebenarnya adalah peringatan keras bagi seluruh umat Islam: jangan sekali-kali mengikuti hawa nafsu dan keinginan orang-orang yang menyimpang dari syariat Islam, karena itu adalah kezaliman terhadap diri sendiri dan pengkhianatan terhadap kebenaran yang telah Allah berikan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip yang sangat agung: kebenaran tidak diukur oleh banyaknya pengikut, tetapi oleh petunjuk Allah. Orang-orang Yahudi dan Nasrani menolak kebenaran meskipun telah datang kepada mereka segala bukti dan mukjizat, semata-mata karena kesombongan dan hawa nafsu mereka.
Maka jadilah hamba yang teguh di atas kebenaran, ikhlaskan hatimu untuk menerima petunjuk Allah, dan jangan pernah tergoda oleh ajakan-ajakan yang menyimpang dari syariat Islam, betapapun menariknya. Sesungguhnya orang yang mengikuti hawa nafsu setelah datang kepadanya ilmu adalah orang yang zalim, dan kezaliman tidak akan pernah membawa kebaikan.
Allah telah memuliakan kita dengan Islam dan menjadikan kita umat yang lurus. Maka berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya engkau akan merasakan manisnya iman dan ketenangan hati yang hakiki.
📜 Ayat 143-147 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 145
Surat Al-Baqarah Ayat 145 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani)…Surat Ayat 145/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 143–147. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








