Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- يَغْضُضْنَ : Hendaknya mereka menundukkan atau memalingkan pandangan.
- فُرُوجَهُنَّ : Kemaluan mereka (menjaganya dari perbuatan zina dan menutupnya).
- زِينَتَهُنَّ : Perhiasan mereka, baik yang tersembunyi seperti gelang, kalung, dan anting, maupun yang tampak seperti pakaian luar.
- بِخُمُرِهِنَّ : Jamak dari *khimar*, yaitu kain penutup kepala yang diulurkan hingga menutupi dada.
- جُيُوبِهِنَّ : Bagian dada dan leher yang terbuka pada pakaian.
- لِبُعُولَتِهِنَّ : Kepada suami-suami mereka.
- غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ : Laki-laki yang tidak memiliki keinginan atau syahwat terhadap wanita, seperti orang yang sudah sangat tua pikun atau orang yang lemah akal.
- لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ : Anak-anak yang belum memahami atau belum mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aurat wanita karena usianya masih kecil.
- لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ : Agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, seperti suara gemerincing gelang kaki (*khalkhal*).
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada kaum wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang diharamkan Allah, tidak melihat dengan syahwat kepada laki-laki yang bukan mahram, dan tidak pula memandang aurat orang lain. Hendaknya mereka menjaga kemaluan mereka dari perbuatan keji, serta menutupnya dari pandangan orang lain. Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka yang tersembunyi, seperti kalung, gelang, dan anting-anting, kecuali yang memang biasa tampak dan tidak mungkin disembunyikan, yaitu pakaian luar yang menutup tubuh. Dan hendaknya mereka mengulurkan kain penutup kepala (*khimar*) hingga menutupi dada dan leher mereka, agar seluruh tubuh mereka terjaga dengan sempurna.
Allah juga melarang mereka menampakkan perhiasan yang tersembunyi kecuali kepada orang-orang tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat, yaitu: suami mereka, karena suami berhak melihat istrinya secara penuh; ayah kandung mereka; ayah mertua (ayah dari suami); anak laki-laki kandung mereka; anak tiri laki-laki dari suami mereka; saudara laki-laki kandung atau seayah atau seibu; anak laki-laki dari saudara laki-laki; anak laki-laki dari saudara perempuan; sesama wanita muslimah yang dapat dipercaya; hamba sahaya yang mereka miliki; atau laki-laki tua yang sudah tidak memiliki syahwat terhadap wanita, seperti orang pikun atau orang yang lemah akal yang hanya mengikuti untuk makan dan minum; serta anak-anak kecil yang belum memahami aurat wanita karena usianya masih sangat belia.
Dan janganlah para wanita itu menghentakkan kaki mereka ketika berjalan dengan tujuan agar perhiasan yang mereka sembunyikan seperti gelang kaki diketahui oleh orang lain. Ini adalah larangan dari segala bentuk tindakan yang dapat menarik perhatian laki-laki asing terhadap kecantikan atau perhiasan mereka.
Di akhir ayat ini, Allah menyeru kepada seluruh orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan: "Bertobatlah kalian semua kepada Allah dari segala kekurangan dan pelanggaran yang pernah kalian lakukan, baik yang berkaitan dengan pandangan, perkataan, maupun perbuatan. Kembalilah kepada ketaatan kepada-Nya dan tinggalkanlah kebiasaan-kebiasaan jahiliah yang penuh dengan kemaksiatan. Semoga dengan tobat yang tulus itu, kalian meraih keberuntungan di dunia dan akhirat."
Ayat yang agung ini adalah bukti kasih sayang Allah yang begitu besar kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah tidak membiarkan mereka tersesat dalam kegelapan, tetapi memberikan petunjuk yang jelas untuk menjaga kesucian, kehormatan, dan martabat mereka. Dengan menundukkan pandangan, menjaga kemaluan, dan menutup aurat, seorang muslimah bukanlah sedang dibatasi, melainkan sedang dimuliakan. Ia dijaga dari pandangan-pandangan yang dapat merendahkannya, dan ia dipersiapkan menjadi pribadi yang mulia di sisi Allah dan di tengah masyarakat. Marilah kita semua, wahai saudaraku seiman, menjadikan ayat ini sebagai pedoman hidup, agar keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, masyarakat kita menjadi masyarakat yang bersih dari fitnah, dan kita semua meraih kebahagiaan hakiki di bawah naungan ridha Allah.
📜 Ayat 29-33 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 31
Surat An-Nur Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan…Surat Ayat 31/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








