Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Nur (نُورُ): Cahaya yang menerangi dan menjadi petunjuk.
- Misykat (مِشْكَاةٍ): Lubang atau ceruk di dinding yang tidak tembus ke sisi lain, berfungsi menampung dan mengumpulkan cahaya lampu agar tidak tersebar.
- Durriyyun (دُرِّيٌّ): Sangat cemerlang dan berkilau, seperti mutiara yang indah.
- Lā Syarqiyyah wa lā Garbiyyah (لَا شَرْقِيَّةً وَلَا غَرْبِيَّةً): Pohon yang tidak hanya terkena matahari di waktu pagi saja atau sore saja, melainkan berada di tempat yang terbuka sehingga matahari menyinarinya sepanjang hari.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah cahaya langit dan bumi. Dialah yang mengatur seluruh urusan makhluk-Nya, memberi petunjuk kepada penghuni keduanya, dan dengan cahaya-Nya segala sesuatu menjadi terang. Tanpa cahaya-Nya, kegelapan akan menutupi segalanya. Cahaya Allah yang menjadi petunjuk bagi hamba-Nya—yakni iman dan Al-Qur'an yang bersemayam di dalam hati seorang mukmin—diibaratkan seperti sebuah ceruk di dinding yang tidak tembus. Di dalam ceruk itu terdapat lampu yang menyala terang. Lampu itu berada di dalam kaca yang bening dan berkilau, bagaikan bintang yang bercahaya cemerlang seperti mutiara. Lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun. Pohon ini tumbuh di tempat yang terbuka, tidak hanya di timur sehingga hanya terkena matahari sore, dan tidak pula hanya di barat sehingga hanya terkena matahari pagi, melainkan di tempat yang mendapat sinar matahari sepanjang hari. Minyaknya begitu jernih dan murni, hingga hampir saja menyala dengan sendirinya meskipun belum disentuh api. Maka ketika api menyentuhnya, cahayanya menjadi sangat terang. Inilah gambaran cahaya di atas cahaya: cahaya minyak yang jernih berpadu dengan cahaya api yang menyala. Demikian pula hati seorang mukmin, ia bersinar dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat, lalu datang wahyu Allah meneranginya, sehingga jadilah petunjuk di atas petunjuk.
Allah memberikan petunjuk kepada cahaya-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan Allah mengemukakan perumpamaan-perumpamaan ini kepada manusia agar mereka merenungkan dan memahami hikmah di baliknya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya gambaran yang Allah lukiskan dalam ayat ini! Cahaya Allah itu begitu terang dan sempurna. Jika kita membuka hati untuk menerima cahaya iman dan Al-Qur'an, maka hati kita akan menjadi bercahaya seperti lampu di dalam ceruk yang bening—terang, fokus, dan tidak goyah oleh gelombang keraguan. Sebagaimana minyak zaitun yang murni itu hampir menyala dengan sendirinya, demikianlah hati yang bersih dan fitrah yang lurus akan cepat menerima kebenaran. Dan ketika wahyu datang menyentuhnya, maka sempurnalah cahaya itu menjadi cahaya di atas cahaya.
Maka marilah kita senantiasa menjaga hati kita agar tetap bersih, mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, dan memohon kepada Allah agar Dia berkenan memberikan petunjuk-Nya kepada kita. Karena hanya dengan cahaya Allah-lah kita dapat berjalan di tengah kegelapan dunia ini menuju keridhaan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberikan cahaya iman yang menerangi hati, hingga akhir hayat kita. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 35
Surat Ayat 35/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








