Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَصَلَ : Keluar dan berpisah dari kota (Baitul Maqdis).
- مُبْتَلِيكُم : Menguji kalian untuk mengetahui siapa yang taat dan siapa yang membangkang.
- نَهَرٍ : Sungai (menurut sebagian ulama, sungai itu adalah Sungai Yordan).
- يَطْعَمْهُ : Merasakannya atau meminumnya.
- اغْتَرَفَ غُرْفَةً : Mengambil air dengan telapak tangan sekali ambilan.
- جَاوَزَهُ : Menyeberangi sungai tersebut.
- لَا طَاقَةَ : Tidak ada kemampuan dan kekuatan.
- يَظُنُّونَ : Yakin dengan keyakinan yang kuat.
- فِئَةٍ : Kelompok atau golongan.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Thalut keluar dari Baitul Maqdis membawa pasukannya yang besar untuk menghadapi pasukan Jalut yang sangat kuat, beliau menyampaikan kabar penting kepada mereka. Saat itu cuaca sangat panas dan mereka kehausan, lalu Thalut berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan sebuah sungai yang akan kalian temui di perjalanan. Barangsiapa meminum airnya secara langsung dengan mulutnya, maka ia bukan golonganku dan tidak layak berperang bersamaku. Barangsiapa yang tidak meminumnya sama sekali, maka ia benar-benar pengikutku dan akan berperang bersamaku. Namun, ada keringanan: barangsiapa yang hanya mengambil air dengan satu telapak tangannya sekali ambilan, maka ia diperbolehkan dan tetap termasuk golonganku."
Ujian ini bertujuan untuk memisahkan antara orang yang benar-benar taat dan beriman dengan orang yang munafik dan lemah imannya. Ketika mereka sampai di sungai tersebut, mayoritas pasukan langsung menyerbu air dan meminumnya dengan puas karena dahaga yang sangat, mereka melanggar perintah pemimpin mereka. Hanya segelintir orang saja yang bersabar dan menahan diri, mereka cukup mengambil air dengan satu telapak tangan saja untuk menghilangkan dahaga secukupnya.
Setelah Thalut dan orang-orang yang beriman bersamanya—yang jumlahnya sekitar tiga ratus lebih sedikit—menyeberangi sungai, sebagian dari mereka yang telah meminum air (dan kemudian menyesal lalu ikut menyeberang) berkata dengan penuh keputusasaan: "Tidak ada kemampuan bagi kami hari ini untuk menghadapi Jalut dan bala tentaranya yang sangat besar dan kuat." Mereka merasa takut dan lemah melihat jumlah musuh yang jauh lebih banyak.
Maka orang-orang yang yakin akan bertemu dengan Allah di akhirat dan percaya akan pertolongan-Nya menjawab dengan penuh keyakinan: "Betapa banyak kelompok yang sedikit jumlahnya tetapi berhasil mengalahkan kelompok yang banyak jumlahnya dengan izin Allah. Kemenangan tidak diukur dengan banyaknya jumlah dan perlengkapan, tetapi dengan keimanan, kesabaran, dan pertolongan Allah. Dan sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, memberikan pertolongan, dukungan, dan balasan yang baik kepada mereka."
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ujian dari Allah adalah cara untuk memurnikan keimanan dan memisahkan yang hak dari yang batil. Orang yang bersabar dan taat kepada pemimpinnya akan mendapatkan pertolongan Allah, meskipun jumlah mereka sedikit. Kemenangan sejati datang dari Allah, bukan dari banyaknya pasukan atau persenjataan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kehidupan kita. Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai macam ujian untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang hanya mengaku. Ujian bukanlah bentuk kebencian Allah, melainkan bentuk kasih sayang-Nya untuk meninggikan derajat hamba-Nya yang sabar.
Ketika kita menghadapi ujian, janganlah berputus asa dan jangan merasa lemah. Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu dekat. Allah bersama orang-orang yang sabar. Kesabaran dalam menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya adalah kunci kemenangan. Sebagaimana pasukan Thalut yang sedikit namun berhasil mengalahkan pasukan Jalut yang besar karena keimanan dan kesabaran mereka, demikian pula kita akan berhasil menghadapi segala tantangan hidup jika kita bersabar dan bertawakal kepada Allah.
Jadikanlah setiap ujian sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Perbanyaklah doa dan mohonlah pertolongan-Nya. Yakinlah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersabar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar dan mendapatkan pertolongan-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 247-251 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 249
Surat Al-Baqarah Ayat 249 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah…Surat Ayat 249/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 247–251. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








