Al-'Ankabut · 49/69
Terjemah Transliterasi — Al-'Ankabut
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٌ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ  ۝٤٩
Bal huwa aayaatum baiyinaatun fee sudooril lazeena ootul `ilm; wa maa yajhadu bi aayaatinaa illaz zaalimoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:

  • Bahkan (بَلْ): Kata sanggahan yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an itu bukanlah perkara yang mustahil atau sihir, melainkan sesuatu yang nyata dan jelas.
  • Ayat-ayat yang jelas (آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ): Tanda-tanda dan bukti-bukti yang terang dan gamblang, menunjukkan kebenaran.
  • Di dalam dada (فِي صُدُورِ): Maksudnya tersimpan dan terpelihara dalam hati dan ingatan.
  • Orang-orang yang diberi ilmu (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ): Yaitu para ulama dan orang-orang beriman yang memahami kebenaran.
  • Mengingkari (يَجْحَدُ): Menolak dan tidak mengakui kebenaran padahal mengetahuinya.
  • Orang-orang yang zalim (الظَّالِمُونَ): Orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kekafiran dan kesyirikan.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa Al-Qur'an yang mulia ini bukanlah perkara yang samar atau diragukan kebenarannya. Bahkan, ia adalah ayat-ayat yang sangat jelas dan terang benderang, tersimpan kokoh di dalam dada orang-orang yang dianugerahi ilmu dan keimanan. Mereka menghafalnya, memahaminya, dan mengamalkannya dengan penuh keyakinan.

Yang lebih menakjubkan lagi, Rasulullah ﷺ adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), namun Al-Qur'an ini turun kepadanya dengan segala keindahan bahasanya, kedalaman maknanya, dan kebenaran beritanya. Ini menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah, bukan karangan manusia. Orang-orang berilmu dari kalangan Ahlul Kitab pun menemukan sifat-sifat Nabi Muhammad ﷺ dan kebenaran Al-Qur'an ini dalam kitab-kitab suci mereka yang terdahulu, sehingga mereka beriman kepadanya.

Tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Allah yang jelas ini kecuali orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang mengetahui kebenaran namun dengan sengaja berpaling darinya karena kesombongan dan keinginan hawa nafsu. Mereka menzalimi diri mereka sendiri dengan menutup mata dari cahaya kebenaran, padahal hati mereka sebenarnya mampu menerimanya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah kemuliaan yang luar biasa: Al-Qur'an itu hidup di dalam dada orang-orang beriman. Ia bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi ia adalah cahaya yang menerangi hati, petunjuk yang mengarahkan langkah, dan obat yang menyembuhkan kegelisahan jiwa.

Betapa bahagianya orang yang hatinya dipenuhi oleh ayat-ayat Allah. Ia tidak akan pernah kesepian, karena Al-Qur'an adalah teman setianya. Ia tidak akan tersesat, karena Al-Qur'an adalah petunjuk jalannya. Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai sahabat karib kita—membacanya, merenungkan maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan ingatlah, kezaliman yang paling besar adalah ketika seseorang mengetahui kebenaran namun enggan menerimanya. Maka janganlah kita termasuk golongan yang zalim itu. Jadilah hamba-hamba Allah yang berilmu, yang hatinya lapang menerima kebenaran, dan yang hidupnya diberkahi oleh Al-Qur'an. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang diberikan ilmu dan keimanan, serta dijauhkan dari sifat mengingkari ayat-ayat-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 47-51 — Al-'Ankabut

47وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَمِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡكَٰفِرُونَ 
Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al Quran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir.
48وَمَا كُنتَ تَتۡلُواْ مِن قَبۡلِهِۦ مِن كِتَٰبٍ وَلَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَۖ إِذًا لَّٱرۡتَابَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ 
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).
49بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٌ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ 
Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.
50وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَٰتٌ مِّن رَّبِّهِۦۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٌ مُّبِينٌ 
Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata".
51أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةً وَذِكۡرَىٰ لِقَوۡمٍ يُؤۡمِنُونَ 
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
Al-'AnkabutIndeks Quran
69Ayat
MakkiyahRevelation
49Ayat

Terjemah — Al-'Ankabut 49

Surat Ayat 49/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 47–51. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu