Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الطَّاغُوتَ (Ath-Thaghut): Berasal dari kata *thughyan* (melampaui batas). Maknanya adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah, baik berupa berhala, setan, dukun, atau siapa pun yang menyeru kepada selain Allah dan melampaui batas dalam kesesatan.
- اجْتَنَبُوا (IjtanaBU): Menjauhi dengan sungguh-sungguh, menghindari dari dekat, dan tidak mendekatinya sama sekali.
- أَنَابُوا (Anabu): Kembali dengan penuh kesadaran dan ketulusan, yaitu bertobat dan menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini memberikan kabar gembira yang sangat besar kepada hamba-hamba Allah yang terpilih. Allah berfirman bahwa orang-orang yang menjauhi *thaghut*—segala bentuk sesembahan selain Allah, baik berupa berhala, setan, hawa nafsu, maupun segala bentuk kesyirikan—dan mereka tidak mau menyembahnya sama sekali, kemudian mereka *berpaling* kepada Allah dengan hati yang tulus, kembali kepada-Nya dalam segala urusan, dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya, maka bagi mereka kabar gembira.
Kabar gembira ini bukan hanya di akhirat kelak, tetapi juga di dunia. Di dunia, mereka mendapat pujian yang baik di tengah masyarakat, ketenangan hati, dan pertolongan Allah dalam setiap langkah. Di alam kubur, mereka mendapat kabar gembira akan surga. Dan di hari kiamat, mereka akan mendapatkan rida Allah dan kenikmatan surga yang abadi.
Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya—dan melalui beliau, seluruh umat—untuk menyampaikan kabar gembira ini kepada hamba-hamba-Nya yang istimewa, yaitu mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya. Mereka adalah orang-orang yang tidak fanatik buta, tidak menerima segala sesuatu tanpa pertimbangan, tetapi mereka memilah-milah perkataan, lalu mengambil yang paling baik dan paling benar. Dan perkataan yang paling baik serta paling benar adalah Kalamullah (Al-Qur'an) kemudian sabda Rasulullah ﷺ.
Orang-orang yang memiliki sifat mulia ini adalah mereka yang telah diberi petunjuk oleh Allah menuju jalan yang lurus, diberikan taufik untuk berakhlak dengan akhlak yang paling mulia, dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal yang sehat dan cerdas—akal yang digunakan untuk mencari kebenaran, bukan untuk membela kebatilan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa kunci kebahagiaan dunia dan akhirat ada pada dua hal: menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. Kabar gembira dari Allah ini terbuka untuk siapa saja yang bersedia meninggalkan segala sesembahan selain Allah—baik itu harta, jabatan, gengsi, atau hawa nafsu yang selama ini mungkin kita sembah tanpa sadar.
Islam adalah agama yang indah dan penuh kemudahan. Allah tidak meminta kita menjadi sempurna tanpa dosa, tetapi Dia meminta kita untuk selalu kembali kepada-Nya setiap kali kita tersandung. Pintu tobat selalu terbuka, dan kabar gembira selalu menanti. Maka marilah kita menjadi hamba-hamba yang cerdas: yang mendengarkan setiap perkataan, lalu memilih yang terbaik—yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Dengan begitu, kita akan termasuk dalam golongan yang mendapat kabar gembira dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat kabar gembira tersebut. Aamiin.
📜 Ayat 15-19 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 17
Surat Az-Zumar Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali…Surat Ayat 17/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








