Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- شَرَعَ (syara'a): Menetapkan, menjelaskan, dan mensyariatkan.
- وَصَّى (washsha): Memerintahkan dengan sungguh-sungguh dan mewasiatkan.
- أَقِيمُوا الدِّينَ (aqimud din): Tegakkanlah agama dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, terutama tauhid dan ketaatan.
- تَتَفَرَّقُوا (tatafarraq): Berpecah-belah dan berselisih.
- كَبُرَ (kabura): Sangat berat dan terasa besar.
- يَجْتَبِي (yajtabi): Memilih dan mengistimewakan.
- يُنِيب (yunib): Kembali kepada Allah dengan penuh ketundukan dan taubat.
Tafsir Lengkap:
Wahai manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan dan mensyariatkan bagi kalian agama yang sama dengan agama yang diwasiatkan kepada para nabi terdahulu. Agama ini adalah Islam, yaitu agama yang telah diperintahkan kepada Nabi Nuh 'alaihissalam untuk mengamalkannya dan menyampaikannya kepada kaumnya. Dan agama yang sama pula telah diwahyukan kepadamu wahai Nabi Muhammad ﷺ berupa Al-Qur'an dan syariat-syariat Islam. Agama ini juga yang telah diwasiatkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa 'alaihimussalam. Kelima rasul ini adalah rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati yang tinggi (ulul 'azmi) dalam menyampaikan risalah Allah.
Inti dari wasiat Allah kepada seluruh nabi tersebut adalah satu: "Tegakkanlah agama ini dan janganlah kalian berpecah-belah di dalamnya." Maksudnya, tegakkanlah tauhid, ikhlaskan ibadah hanya kepada Allah semata, taatilah segala perintah-Nya, dan jauhilah segala larangan-Nya. Janganlah kalian berselisih dan bercerai-berai dalam perkara pokok agama yang telah disepakati ini. Karena sesungguhnya persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah azab.
Sungguh, sangat berat dan terasa besar bagi orang-orang musyrik apa yang engkau serukan wahai Nabi Muhammad, yaitu ajakan kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala-berhala mereka. Mereka menganggap ajakan ini asing dan memberatkan, karena hati mereka telah tertutup oleh kesyirikan dan hawa nafsu.
Namun janganlah engkau bersedih wahai Nabi, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui siapa hamba-hamba-Nya yang layak menerima hidayah. Allah memilih dan mengistimewakan siapa yang Dia kehendaki untuk mendapatkan kemuliaan agama ini, dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus, bertaubat dari segala dosa, dan berserah diri kepada-Nya.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa agama yang kita peluk ini adalah agama yang satu, agama yang sama sejak zaman Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad ﷺ. Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada kita, bahwa Dia tidak membiarkan kita tersesat, melainkan mengutus para nabi dengan risalah yang sama: *beribadah hanya kepada Allah dan tidak berpecah-belah*.
Maka sudah sepantasnya kita bersyukur dengan cara berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, bersatu di atas kebenaran, dan menjauhi perpecahan. Ingatlah, bahwa hidayah itu murni milik Allah. Jika saat ini kita telah diberi petunjuk untuk mengenal Islam, maka itu adalah karunia terbesar yang tiada tandingannya. Mari kita jaga nikmat ini dengan istiqamah dalam ketaatan, dan senantiasa kembali kepada Allah dalam setiap keadaan. Semoga Allah memilih kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diistimewakan dengan hidayah dan keistiqamahan. Aamiin.
📜 Ayat 11-15 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 13
Surat Asy-Syura Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah…Surat Ayat 13/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








