Terjemah — Tafsir
### معاني الكلمات:
- بَغْيًا: الظلم والحسد والتجاوز عن الحق.
- كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ: حكم الله السابق بتأخير العذاب إلى يوم القيامة.
- أَجَلٍ مُسَمًّى: وقت محدد عند الله، وهو يوم القيامة.
- أُورِثُوا الْكِتَابَ: اليهود والنصارى الذين جاءوا بعد الأمم السابقة وحملوا التوراة والإنجيل.
- مُرِيبٍ: شك قوي يوقع في الريبة والقلق.
### تفسير الآية:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa manusia tidaklah berselisih dan terpecah belah dalam urusan agama, kecuali setelah datang kepada mereka ilmu dan hujah yang jelas. Mereka mengetahui kebenaran, namun karena sifat buruk dalam diri mereka—yaitu kezaliman, hasad, dan keinginan untuk menguasai—mereka justru berpaling dari kebenaran dan saling bermusuhan. Padahal, seandainya mereka mau menerima ilmu itu dengan hati yang tulus, niscaya mereka akan bersatu di atas petunjuk.
Namun, Allah dengan rahmat dan hikmah-Nya menunda azab bagi mereka sampai waktu yang telah ditentukan, yaitu hari kiamat. Jika bukan karena ketetapan Allah yang telah terdahulu untuk menangguhkan hukuman, maka pasti Allah akan segera mengadili mereka di dunia dengan menimpakan azab yang pedih kepada orang-orang yang zalim. Penundaan ini adalah bentuk kasih sayang Allah dan kesempatan bagi mereka untuk bertobat.
Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang mewarisi kitab suci setelah generasi sebelumnya—yaitu kaum Yahudi dan Nasrani yang hidup di zaman Nabi Muhammad ﷺ—mereka berada dalam keraguan yang mendalam tentang Al-Qur'an dan risalah yang dibawa oleh beliau. Keraguan itu bukan karena kurangnya bukti, tetapi karena hati mereka telah tertutup oleh kesombongan dan keinginan untuk mempertahankan kepentingan duniawi. Padahal, Al-Qur'an adalah kitab yang jelas dan penuh cahaya, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia.
### Pesan dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa pentingnya ilmu dan keikhlasan dalam menerima kebenaran. Ilmu yang tidak disertai ketundukan hati justru bisa menjadi sumber perpecahan, seperti yang terjadi pada umat-umat terdahulu. Maka, marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih, jauh dari hasad dan dengki, serta selalu berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Jangan biarkan perbedaan pendapat yang kecil memecah belah persatuan umat, karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bersatu di atas kebenaran dan saling menasihati dalam kebaikan.
Ingatlah, Allah Maha Penyantun. Dia memberi kita waktu untuk kembali kepada-Nya sebelum datangnya hari perhitungan. Maka, jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, dan jadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan, agar kita termasuk golongan yang selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 14
Surat Asy-Syura Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang…Surat Ayat 14/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








