Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- الْمُخَلَّفِينَ (al-mukhallafīn): Orang-orang yang ditinggalkan atau tertinggal, yaitu mereka yang tidak ikut serta dalam perjalanan menuju Hudaibiyah.
- الْأَعْرَابِ (al-a'rāb): Orang-orang Arab Badui yang tinggal di pelosok pedalaman (gurun), bukan penduduk kota.
- أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ (ulī ba'sin syadīd): Pemilik kekuatan dan kegagahan yang sangat besar dalam peperangan.
- يُسْلِمُونَ (yuslimūn): Masuk Islam atau menyerahkan diri (tunduk) tanpa perlawanan.
- تَتَوَلَّوْا (tatawallau): Berpaling, memalingkan diri, atau enggan untuk patuh.
- عَذَابًا أَلِيمًا ('adzāban alīman): Siksa yang sangat menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang Arab Badui yang tertinggal (tidak ikut serta) ketika engkau berangkat menuju Hudaibiyah—mereka yang sebelumnya enggan berperang karena alasan yang tidak benar—bahwa kelak mereka akan dipanggil untuk menghadapi suatu kaum yang memiliki kegagahan dan kekuatan tempur yang sangat dahsyat. Mereka akan diperintahkan untuk memerangi kaum tersebut dalam rangka menegakkan kalimat Allah, atau kaum itu akan masuk Islam dengan sukarela tanpa perlu terjadi peperangan. Maka tidak ada pilihan lain bagi mereka selain salah satu dari dua hal: berperang atau menerima keislaman mereka.
Jika mereka menaati Allah dan Rasul-Nya dalam perintah yang mulia ini, maka Allah akan memberikan kepada mereka ganjaran yang sangat baik, yaitu berupa harta rampasan perang di dunia dan surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak. Namun, jika mereka berpaling dan enggan mematuhi perintah tersebut—sebagaimana mereka telah berpaling dan enggan sebelumnya ketika diminta berangkat bersama Rasulullah ke Hudaibiyah—maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan menyakitkan di neraka.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah tidak pernah menutup pintu taubat dan kesempatan bagi hamba-Nya untuk memperbaiki diri. Meskipun mereka telah berpaling dan lalai pada kesempatan sebelumnya, Allah tetap membuka pintu ampunan dan memberikan kesempatan emas kepada mereka untuk meraih keutamaan yang besar. Inilah kasih sayang Allah yang tiada batasnya—Dia selalu memberi peluang kepada hamba-Nya untuk bangkit dari keterpurukan dan meraih kemuliaan.
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya bukanlah beban yang memberatkan, melainkan jalan menuju kebahagiaan hakiki. Setiap perintah Allah pasti mengandung hikmah dan kebaikan yang besar, baik yang kita sadari maupun tidak. Maka janganlah kita menjadi orang yang berpaling dari panggilan kebaikan, karena kerugian yang akan kita terima bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat yang kekal abadi.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga: bahwa setiap keterlambatan dan kelalaian kita di masa lalu tidak seharusnya membuat kita berputus asa. Allah selalu memberi kesempatan untuk bangkit, berjuang, dan meraih ridha-Nya. Sungguh, tidak ada yang lebih indah daripada menjadi hamba yang taat dan dicintai oleh Allah, serta mendapatkan balasan surga yang penuh kenikmatan yang tiada tara.
📜 Ayat 14-18 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 16
Surat Ayat 16/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








