Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ: Tangan Allah terbelenggu, yakni terkunci dan tidak bisa memberi. Ini adalah ucapan kaum Yahudi yang menuduh Allah SWT bakhil dan tidak melimpahkan rezeki.
- غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ: Semoga tangan mereka sendiri yang terbelenggu, yakni terhalang dari kebaikan dan tidak mampu berbuat kebajikan.
- مَبْسُوطَتَانِ: Terbentang luas, yakni tidak terhalang dan tidak terbatas dalam memberi.
- طُغْيَانًا وَكُفْرًا: Melampaui batas dan pengingkaran terhadap kebenaran.
- أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ: Menyalakan api peperangan, yakni merencanakan dan memicu konflik untuk memerangi Islam dan kaum muslimin.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah kebesaran ayat ini! Allah SWT mengabarkan kepada Rasulullah ﷺ tentang keburukan kaum Yahudi yang berani mengucapkan perkataan yang sangat keji. Ketika mereka ditimpa musim paceklik dan kesulitan ekonomi, mereka dengan lancang berkata, "Tangan Allah terbelenggu," seolah-olah Allah bakhil dan tidak memberi rezeki kepada mereka. Maha Suci Allah dari ucapan mereka yang hina itu!
Allah membalas perkataan mereka dengan balasan yang setimpal: "Tangan merekalah yang justru terbelenggu," yakni terhalang dari kebaikan dan tidak mampu berbuat kebajikan. Dan mereka pun dilaknat, dijauhkan dari rahmat Allah, disebabkan ucapan mereka yang keji itu. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: jagalah lisan kita dari berkata buruk tentang Allah, karena Allah Maha Suci dari segala kekurangan.
Kemudian Allah menegaskan kebenaran yang agung: "Bahkan kedua tangan-Nya terbentang luas, Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki." Inilah sifat kesempurnaan Allah! Dia Maha Pemurah, Maha Dermawan, tidak ada yang dapat menghalangi pemberian-Nya. Dia memberi dan menahan sesuai hikmah dan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghalangi rahmat-Nya, dan tidak ada yang dapat memaksa-Nya. Betapa indahnya keyakinan ini! Sebagai hamba, kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah, karena Dia tidak pernah bakhil kepada hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.
Ayat ini juga menegaskan penetapan sifat tangan bagi Allah SWT, namun sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan dengan makhluk dan tanpa menanyakan bagaimana caranya. Ini adalah akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang lurus.
Selanjutnya, Allah mengabarkan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu wahai Rasulullah justru menambah kebanyakan dari mereka semakin melampaui batas dan kufur, karena kedengkian dan kebencian mereka terhadap kebenaran. Setiap kali turun ayat, mereka semakin ingkar dan semakin jauh dari petunjuk. Ini menunjukkan betapa kerasnya hati mereka dan betapa dalamnya kebencian mereka kepada Islam.
Allah juga memberitakan bahwa Dia telah melemparkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga Hari Kiamat. Mereka akan senantiasa saling bermusuhan dan saling membenci, tidak akan pernah bersatu dalam kebaikan. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan untuk memerangi Islam dan kaum muslimin, Allah memadamkannya. Mereka merencanakan tipu daya, namun Allah menggagalkan rencana mereka dan menjadikan mereka hina.
Dan yang lebih penting lagi, mereka senantiasa berusaha melakukan kerusakan di muka bumi, menyebarkan fitnah, dan menghalangi manusia dari jalan Allah. Namun Allah menegaskan: "Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." Ini adalah kabar gembira bagi kaum mukminin bahwa Allah bersama orang-orang yang berbuat baik dan memusuhi orang-orang yang berbuat kerusakan.
Wahai saudaraku, ambillah pelajaran dari ayat ini! Jauhilah sifat bakhil yang merupakan kebiasaan buruk kaum Yahudi, dan hiasilah diri kita dengan sifat dermawan karena Allah Maha Dermawan dan mencintai hamba-Nya yang dermawan. Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah dalam keadaan apa pun, karena rahmat dan karunia-Nya tidak pernah berhenti mengalir. Dan ketahuilah bahwa Allah senantiasa menjaga agama-Nya dan memadamkan tipu daya musuh-musuh Islam, sebagaimana Dia telah memadamkan api peperangan mereka di masa lalu dan akan terus menjaga hingga Hari Kiamat. Maka tetaplah berpegang teguh pada agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan memenangkanmu atas musuh-musuh-Nya.
📜 Ayat 62-66 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 64
Surat Al-Maidah Ayat 64 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang…Surat Ayat 64/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 62–66. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








