Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ar-Rabbaniyyun: Para ulama dan pemimpin agama yang bertakwa serta berilmu.
- Al-Ahbar: Para pendeta dan ahli kitab dari kalangan Yahudi.
- Al-Itsm: Perkataan dusta, bohong, dan segala perkataan yang berdosa.
- As-Suht: Harta haram, harta yang diperoleh dengan cara batil seperti suap, riba, dan kecurangan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mencela dengan keras para ulama dan pemimpin agama dari kalangan Ahli Kitab, mengapa mereka tidak mau mencegah dan melarang orang-orang yang berbuat dosa dari perkataan-perkataan dusta dan harta haram yang mereka makan? Padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya menjadi teladan dan penjaga moral umat.
Para ulama dan pemimpin agama itu seharusnya bangkit melarang umatnya dari berkata bohong, bersaksi palsu, dan memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Namun mereka justru berdiam diri dan membiarkan kemungkaran terjadi di hadapan mereka. Sungguh sangat buruk perbuatan mereka itu — yakni para ulama yang meninggalkan kewajiban amar ma'ruf nahi mungkar — dan sungguh buruk pula perbuatan orang-orang yang melakukan dosa tersebut.
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kita: bahwa meninggalkan kewajiban mencegah kemungkaran sama besarnya dengan melakukan kemungkaran itu sendiri. Para ulama dan pemimpin yang diam terhadap kemungkaran akan mendapat kecaman dari Allah, sebagaimana orang yang melakukannya juga mendapat dosa.
Pelajaran dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengingatkan kita tentang kedudukan mulia para ulama dan pemimpin dalam menjaga akhlak umat. Mereka adalah pewaris para nabi yang bertugas menyampaikan kebenaran dan mencegah kebatilan. Namun ketika mereka diam, maka kerusakan akan menyebar luas di tengah masyarakat.
Marilah kita renungkan, betapa besarnya tanggung jawab setiap muslim yang berilmu untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ini bukan hanya kewajiban para ulama, tetapi setiap muslim sesuai kemampuannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman."
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk menjauhi perkataan dusta dan harta haram, karena keduanya adalah sumber kehancuran individu dan masyarakat. Orang yang terbiasa berkata dusta akan kehilangan kepercayaan, dan orang yang memakan harta haram akan menghitamkan hatinya dan menjauhkannya dari hidayah Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menegakkan kebenaran dan menjauhi segala larangan-Nya, serta menjadikan para ulama dan pemimpin kita sebagai orang-orang yang istiqamah dalam amar ma'ruf nahi mungkar. Aamiin.
📜 Ayat 61-65 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 63
Surat Al-Maidah Ayat 63 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan…Surat Ayat 63/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








