Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Fuqara' (الفُقَرَاءِ): Orang-orang yang membutuhkan dan tidak memiliki harta yang cukup.
- Al-Muhajirin (المُهَاجِرِينَ): Orang-orang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah karena Allah.
- Ukhriju (أُخْرِجُوا): Dikeluarkan atau dipaksa pergi.
- Yabtaghuna (يَبْتَغُونَ): Mereka mencari dan mengharapkan.
- Fadlan (فَضْلًا): Karunia dan rezeki dari Allah.
- Ridwanan (رِضْوَانًا): Keridaan Allah di akhirat.
- Yansuruna (يَنصُرُونَ): Mereka menolong dan membela.
- As-Shadiqun (الصَّادِقُونَ): Orang-orang yang benar dan jujur dalam keimanannya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menjelaskan tentang golongan yang berhak menerima harta fai' (harta rampasan dari musuh tanpa peperangan), yaitu orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin. Mereka adalah saudara-saudara seiman yang telah terusir dari kampung halaman tercinta di Mekkah, meninggalkan rumah-rumah dan harta benda mereka demi mempertahankan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mereka diusir oleh kaum kafir Quraisy secara paksa, bukan karena kejahatan atau kesalahan, melainkan semata-mata karena mereka beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka meninggalkan segala yang mereka cintai di dunia — rumah, keluarga, harta, dan tanah kelahiran — demi mencari karunia Allah berupa rezeki di dunia dan keridaan-Nya di akhirat. Inilah pengorbanan yang sangat besar yang tidak akan mampu dilakukan kecuali oleh orang-orang yang benar-benar ikhlas dan teguh imannya.
Mereka juga senantiasa menolong agama Allah dan Rasul-Nya dengan berjihad di jalan Allah, mengorbankan jiwa dan raga mereka demi meninggikan kalimat tauhid. Mereka tidak hanya mengaku beriman dengan lisan, tetapi membuktikannya dengan perbuatan nyata. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang benar-benar jujur dalam keimanan mereka — orang-orang yang mengucapkan dengan lisan apa yang mereka yakini dalam hati dan mereka buktikan dengan amal perbuatan.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan yang dipersembahkan oleh para sahabat Muhajirin ini! Mereka rela meninggalkan segala kenikmatan dunia demi mendapatkan keridaan Allah. Mereka tidak pernah menoleh ke belakang dengan penyesalan, melainkan terus melangkah maju dengan penuh harap kepada Allah.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita bahwa keimanan yang sejati bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan keyakinan yang dibuktikan dengan pengorbanan. Ketika kita dituntut untuk memilih antara kepentingan dunia dan ketaatan kepada Allah, maka orang yang benar-benar beriman akan mendahulukan Allah dan Rasul-Nya.
Marilah kita meneladani semangat para Muhajirin dalam mencintai Allah dan Rasul-Nya. Kita tidak harus berhijrah seperti mereka, tetapi kita bisa berhijrah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, dari kemalasan menuju kesungguhan dalam beribadah, dan dari cinta dunia yang berlebihan menuju cinta akhirat yang hakiki. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang jujur dalam keimanan dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 8
Surat Al-Hasyr Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung…Surat Ayat 8/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








