Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَا أَفَاءَ اللهُ (maa afaa-Allah): Harta rampasan yang Allah berikan kepada Rasul-Nya tanpa peperangan atau penggiringan kuda dan unta.
- أَهْلِ الْقُرَى (ahlil-qura): Penduduk negeri-negeri kafir yang berperang, seperti Bani Quraizhah, Bani Nadhir, Fadak, dan Khaibar.
- دُولَةً (dawlah): Harta yang beredar dan berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan yang lain.
- وَابْنِ السَّبِيلِ (wabnis-sabil): Musafir yang kehabisan bekal dan terputus dari hartanya.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ketahuilah bahwa harta fai' — yaitu harta yang Allah karuniakan kepada Rasul-Nya dari penduduk negeri-negeri kafir tanpa melalui peperangan dan pertumpahan darah — maka hukumnya adalah milik Allah dan Rasul-Nya. Allah berhak mengaturnya sesuai kehendak-Nya, dan Rasulullah ﷺ berhak membagikannya menurut petunjuk Allah. Harta tersebut diperuntukkan bagi:
- Allah dan Rasul-Nya — untuk kemaslahatan umum umat Islam dan kepentingan dakwah.
- Kerabat dekat Rasulullah ﷺ — dari kalangan Bani Hasyim dan Bani Muththalib, sebagai kompensasi karena mereka diharamkan menerima zakat, dan sebagai penghormatan kepada kedudukan mereka.
- Anak-anak yatim — yaitu anak-anak yang ditinggal wafat ayahnya dan belum baligh, yang membutuhkan santunan dan kasih sayang.
- Orang-orang miskin — mereka yang tidak memiliki kecukupan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
- Ibnu sabil — musafir yang kehabisan bekal di tengah perjalanan dan tidak memiliki apa-apa untuk melanjutkan perjalanannya.
Semua pembagian ini bertujuan agar harta kekayaan tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja, sehingga kaum fakir dan miskin ikut merasakan limpahan rahmat Allah, dan tidak terjadi kesenjangan sosial yang tajam di tengah masyarakat Islam.
Kemudian Allah menegaskan sebuah kaidah agung yang menjadi pondasi keimanan seorang muslim: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah; dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah." Ini adalah perintah untuk tunduk dan patuh kepada Rasulullah ﷺ dalam segala hal — baik berupa perintah, larangan, perkataan, perbuatan, maupun ketetapan beliau. Ketaatan kepada Rasul adalah bagian dari ketaatan kepada Allah, dan sunnah beliau adalah sumber syariat yang kedua setelah Al-Qur'an.
Akhirnya, Allah memperingatkan dengan firman-Nya: "Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." Ini adalah seruan untuk senantiasa menjaga diri dari kemaksiatan dan pelanggaran terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya, karena sesungguhnya siksa Allah bagi orang-orang yang melanggar adalah sangat pedih dan tidak ada seorang pun yang mampu menahannya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat yang agung ini mengajarkan kita banyak pelajaran berharga:
- Keadilan sosial dalam Islam — Islam tidak membiarkan harta hanya berputar di kalangan orang kaya; syariat ini hadir untuk melindungi kaum lemah dan memastikan kesejahteraan merata di tengah umat.
- Ketaatan mutlak kepada Rasulullah ﷺ — Kebahagiaan kita di dunia dan akhirat terletak pada kepatuhan kita kepada petunjuk beliau. Barangsiapa mengambil apa yang beliau berikan, ia akan mendapatkan kebaikan; dan barangsiapa menjauhi apa yang beliau larang, ia akan selamat dari kebinasaan.
- Ketakwaan sebagai benteng perlindungan — Dengan bertakwa, seorang hamba akan dijaga oleh Allah dari segala marabahaya, dan dihindarkan dari azab yang pedih.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan dan pedoman hidup. Sesungguhnya dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebahagiaan hakiki, dan dalam ketakwaan terdapat keselamatan yang abadi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat dan bertakwa, serta menjauhkan kita dari siksa-Nya yang amat keras. Aamiin.
📜 Ayat 5-9 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 7
Surat Al-Hasyr Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya…Surat Ayat 7/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








