Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- تَبَوَّءُوا الدَّارَ: Menetap dan mendiami negeri (Madinah).
- الْإِيمَانَ: Mengikhlaskan dan memantapkan keimanan.
- حَاجَةً: Perasaan dengki, iri hati, atau sakit hati.
- يُؤْثِرُونَ: Mendahulukan orang lain atas diri sendiri.
- خَصَاصَةٌ: Kebutuhan dan kemiskinan yang mendesak.
- شُحَّ نَفْسِهِ: Kekikiran jiwa, yaitu ketamakan dan keinginan berlebihan terhadap harta.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keindahan akhlak para sahabat Anshar, penduduk asli Madinah yang telah beriman dan menetap di negeri hijrah sebelum kedatangan Rasulullah ﷺ dan kaum Muhajirin. Mereka adalah orang-orang yang hatinya telah dipenuhi cahaya iman dan kecintaan kepada Allah serta Rasul-Nya.
Allah memuji mereka dengan beberapa sifat yang sangat luhur:
Pertama, mereka mencintai kaum Muhajirin yang berhijrah ke tempat mereka. Cinta ini bukan sekadar ucapan, melainkan cinta yang tulus karena Allah, yang lahir dari keimanan yang mendalam dan ukhuwah Islamiyah yang sejati.
Kedua, hati mereka bersih dari segala rasa dengki dan iri hati terhadap apa yang diberikan kepada kaum Muhajirin. Ketika Rasulullah ﷺ membagikan harta rampasan perang Bani Nadhir kepada kaum Muhajirin, para Anshar tidak sedikit pun merasa sakit hati atau menginginkan bagian tersebut. Mereka ridha dan menerima keputusan Rasulullah dengan lapang dada.
Ketiga, mereka mengutamakan saudara-saudara mereka yang berhijrah di atas kepentingan diri sendiri. Mereka rela memberikan harta, tempat tinggal, dan segala yang mereka miliki kepada kaum Muhajirin, meskipun mereka sendiri berada dalam keadaan kekurangan dan membutuhkan. Inilah puncak keikhlasan dan pengorbanan yang luar biasa.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan sebuah pelajaran yang sangat berharga: "Dan barangsiapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." Ini adalah kunci kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki. Orang yang terbebas dari sifat kikir dan tamak adalah orang yang merdeka jiwanya, tenang hatinya, dan berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an tentang persaudaraan para sahabat ini. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan sejati bukanlah terletak pada banyaknya harta yang kita kumpulkan, melainkan pada kebersihan hati dan kemauan untuk berbagi dengan sesama. Ketika kita mampu mendahulukan saudara kita yang membutuhkan, dan ketika hati kita bersih dari rasa iri dan dengki, maka di situlah pintu-pintu keberkahan dan kebahagiaan akan terbuka lebar.
Marilah kita meneladani akhlak mulia para Anshar ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita bersihkan hati dari sifat dengki, iri, dan kikir. Mari kita biasakan diri untuk berbagi dan mengutamakan orang lain, karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang dermawan dan berhati bersih. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan dijauhkan dari kekikiran jiwa. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 9
Surat Al-Hasyr Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman…Surat Ayat 9/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








