Al-Anfal · 16/75
Terjemah Transliterasi — Al-Anfal
وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ۝١٦
Wa mai yuwallihim yawma`izin duburahooo illaa mutaharrifal liqitaalin aw mutahaiyizan ilaa fi`atin faqad baaa`a bighadabim minal laahi wa maawaahu Jahannamu wa bi`sal maseer
📖 Arti Bahasa Indonesia
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • يُوَلِّهِمْ دُبُرَهُ : Berpaling membelakangi mereka (musuh) karena lari.
  • مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ : Orang yang berpaling bukan karena lari, tetapi sebagai siasat perang, yaitu pura-pura mundur untuk kemudian menyerang kembali.
  • مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ : Berlindung atau bergabung dengan kelompok kaum muslimin yang lain untuk bersama-sama melanjutkan pertempuran.
  • بَاءَ : Kembali dengan membawa (mendapatkan) sesuatu, yaitu kemurkaan Allah.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum muslimin, ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan hukum yang tegas bagi siapa saja yang melarikan diri dari medan pertempuran ketika berhadapan dengan musuh. Barangsiapa yang memalingkan punggungnya kepada musuh pada hari pertempuran, yaitu lari meninggalkan medan jihad, maka ia telah berhak mendapatkan murka Allah yang besar. Namun demikian, terdapat dua pengecualian yang dibenarkan oleh syariat:

*Pertama*, orang yang berpaling sebagai siasat perang, yaitu ia pura-pura mundur untuk mengelabui musuh, kemudian berbalik menyerang dengan lebih kuat. Ini adalah taktik yang diajarkan dalam peperangan.

*Kedua*, orang yang bergeser untuk bergabung dengan kelompok kaum muslimin yang lain yang sedang bertempur, agar bersama-sama mereka dapat melanjutkan perlawanan dengan kekuatan yang lebih solid.

Adapun bagi yang lari tanpa alasan yang dibenarkan, maka sungguh ia telah kembali dengan membawa kemurkaan Allah, dan tempat kembalinya kelak di akhirat adalah neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Hukuman yang tegas ini menunjukkan betapa besarnya dosa lari dari medan perang, karena tindakan itu dapat melemahkan barisan kaum muslimin dan membahayakan umat secara keseluruhan.


Pesan Dakwah:

Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita nilai-nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan yang agung. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadi pengecut, tetapi justru membentuk pribadi-pribadi yang gagah berani dalam membela kebenaran. Ketika kita berjuang di jalan Allah, maka Allah akan menolong kita dan memudahkan langkah kita. Namun ketika kita berpaling dari perjuangan karena takut atau lemah iman, maka kita akan kehilangan pertolongan Allah dan mendapatkan murka-Nya.

Renungkanlah wahai saudaraku, betapa indahnya Islam yang mengajarkan keseimbangan antara keberanian dan kebijaksanaan. Bahkan dalam peperangan sekalipun, ada aturan dan etika yang mulia. Ini semua adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan rahmat bagi seluruh alam. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang teguh pendirian, berani dalam kebenaran, dan selalu bertawakal kepada-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Semoga Allah menguatkan iman kita dan menjauhkan kita dari sifat pengecut dan lemah. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 14-18 — Al-Anfal

14ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ
Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.
15يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
16وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.
17فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
18ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ
Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.
Al-AnfalIndeks Quran
75Ayat
MadaniyahRevelation
16Ayat

Terjemah — Al-Anfal 16

Surat Al-Anfal Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok…

Surat Ayat 16/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu