At-Taubah · 72/129
Terjemah Transliterasi — At-Taubah
وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ۝٧٢
Wa`adal laahulmu` mineena walmu`minaati Jannaatin tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feehaa wa masaakina taiyibatan fee Jannnaati `adn; wa ridwaanum minal laahi akbar; zaalika hual fawzul `azeem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Jannātun tajrī min taḥtihā al-anhār: Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, yaitu istana-istana dan pepohonan yang dialiri oleh sungai-sungai yang indah.
  • Masākinu ṭayyibah: Tempat tinggal yang baik dan indah, yang membuat hati merasa tenang dan nyaman.
  • Jannāti 'Adnin: Surga 'Adn, yaitu tempat tinggal yang kekal dan abadi, pusat kenikmatan yang paling tinggi.
  • Riḍwānun min Allāh: Keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu kepuasan dan penerimaan Allah terhadap hamba-Nya.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang tiada batas telah memberikan janji yang sangat agung kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Janji itu adalah surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah istana dan pepohonannya. Mereka akan kekal di dalamnya selama-lamanya, tidak akan pernah mati, tidak akan pernah keluar, dan kenikmatannya tidak akan pernah berkurang atau berhenti. Ini adalah kenikmatan yang tiada tara bagi mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan ajaran-Nya.

Selain itu, Allah juga menjanjikan tempat tinggal yang baik dan indah di dalam surga 'Adn, yaitu surga tempat tinggal yang kekal. Tempat tinggal itu bersih, nyaman, dan membuat jiwa merasakan ketenangan yang sempurna. Betapa bahagianya penghuni surga yang menikmati keindahan tempat tinggal yang tiada bandingannya di dunia ini.

Namun, ada satu kenikmatan yang jauh lebih besar dan lebih agung daripada semua kenikmatan surga itu, yaitu keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada mereka. Keridhaan Allah adalah puncak dari segala kebahagiaan. Ketika Allah meridhai seorang hamba, maka hamba itu akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan oleh akal dan tidak bisa diungkapkan oleh lisan. Inilah kenikmatan yang paling besar, yang melebihi kenikmatan surga itu sendiri.

Allah menegaskan bahwa inilah kemenangan yang agung, kemenangan yang sejati. Bukan kemenangan dunia yang sementara, bukan kekayaan yang fana, bukan pula kedudukan yang akan sirna. Kemenangan yang hakiki adalah ketika seorang hamba berhasil meraih surga Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Itulah keberuntungan yang tiada tandingannya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Wahai saudaraku yang beriman, lihatlah betapa mulianya janji Allah ini! Allah tidak hanya menjanjikan surga dengan segala kenikmatannya, tetapi juga menjanjikan keridhaan-Nya yang merupakan kenikmatan terbesar. Ini adalah kabar gembira yang seharusnya membuat hati kita bersemangat untuk terus beriman dan beramal saleh.

Allah memanggil kita dengan sebutan "mukminin" dan "mukminat" — laki-laki dan perempuan yang beriman. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dalam memberikan pahala dan ganjaran. Setiap orang yang beriman dan beramal saleh akan mendapatkan janji yang sama mulianya.

Maka, marilah kita tingkatkan keimanan kita, perbanyak amal kebaikan, dan jauhi segala larangan-Nya. Janganlah kita tertipu oleh gemerlapnya dunia yang sementara ini. Ingatlah bahwa janji Allah itu pasti dan tidak akan pernah diingkari. Allah Maha Pemurah dan tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang beriman.

Keridhaan Allah adalah tujuan tertinggi kita. Mari kita berusaha untuk selalu berada dalam jalan yang diridhai-Nya, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati bukanlah pada apa yang kita kumpulkan di dunia, melainkan pada apa yang telah Allah siapkan untuk kita di akhirat kelak, terutama keridhaan-Nya yang tiada tara.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 70-74 — At-Taubah

70أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
71وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
72وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
73يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
74يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِن فَضْلِهِ ۚ فَإِن يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
At-TaubahIndeks Quran
129Ayat
MadaniyahRevelation
72Ayat

Terjemah — At-Taubah 72

Surat At-Taubah Ayat 72 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat)…

Surat Ayat 72/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 70–74. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu