At-Taubah · 71/129
Terjemah Transliterasi — At-Taubah
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ۝٧١
Walmu`minoona wal mu`minaatu ba`duhum awliyaaa`u ba;d; yaamuroona bilma`roofi wa yanhawna `anil munkari wa yuqeemoonas Salaata wa yu`toonaz Zakaata wa yutee`oonal laaha wa Rasoolah; ulaaa`ika sayarhamuhumul laah; innallaaha `Azeezun Hakeem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
📜

Terjemah — Tafsir

Penjelasan Makna Kata-Kata Penting:

  • Auliyā' (أَوْلِيَاءُ): bentuk jamak dari *walī*, artinya penolong, pelindung, dan teman setia. Dalam konteks ini bermakna saling menolong, saling mendukung, dan saling melindungi dalam kebaikan dan ketakwaan.
  • Al-Ma'rūf (الْمَعْرُوفِ): segala sesuatu yang dikenal baik oleh syariat dan akal sehat, yaitu semua bentuk ketaatan dan kebaikan.
  • Al-Munkar (الْمُنكَرِ): segala sesuatu yang diingkari oleh syariat dan akal sehat, yaitu semua bentuk kemaksiatan dan keburukan.
  • Al-'Azīz (الْعَزِيزُ): Yang Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya.
  • Al-Ḥakīm (الْحَكِيمُ): Yang Maha Bijaksana dalam segala ciptaan, perintah, dan ketetapan-Nya.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang sifat agung kaum mukminin dan mukminat, bahwa mereka saling menjadi penolong dan pelindung satu sama lain. Persaudaraan iman telah menyatukan hati mereka, sehingga tidak ada lagi sekat permusuhan di antara mereka. Mereka saling bahu-membahu dalam kebaikan dan saling menjaga dari keburukan.

Di antara wujud nyata dari sikap saling menolong itu adalah:

  1. Mereka saling menyuruh kepada yang ma'rūf — yaitu mengajak satu sama lain untuk beriman, beramal saleh, dan melakukan segala bentuk ketaatan kepada Allah. Seorang mukmin tidak pernah bosan mengingatkan saudaranya untuk tetap berada di jalan kebaikan.
  2. Mereka saling mencegah dari yang munkar — yaitu saling menasihati agar menjauhi segala bentuk kemaksiatan, seperti syirik, riba, dusta, dan segala perbuatan yang dibenci Allah. Ini adalah bentuk kasih sayang yang paling tinggi, karena seorang mukmin tidak rela melihat saudaranya terjerumus ke dalam kebinasaan.
  3. Mereka menegakkan shalat — yaitu melaksanakan shalat fardhu dengan sempurna, menjaga waktu-waktunya, dan memenuhi syarat serta rukunnya. Shalat adalah tiang agama yang menghubungkan hamba dengan Rabbnya.
  4. Mereka menunaikan zakat — yaitu mengeluarkan sebagian harta yang diwajibkan Allah kepada yang berhak menerimanya. Ini menunjukkan bahwa iman mereka bukan sekadar ucapan, tetapi dibuktikan dengan kepedulian sosial yang nyata.
  5. Mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya — yaitu patuh dalam segala perintah dan menjauhi segala larangan, baik dalam urusan ibadah, muamalah, maupun akhlak. Ketaatan ini adalah buah dari keimanan yang sejati.

Kemudian Allah memberikan kabar gembira yang sangat indah: "Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah." Rahmat Allah adalah kasih sayang-Nya yang meliputi mereka, menyelamatkan mereka dari azab, dan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Ini adalah janji yang pasti terjadi, karena Allah Maha Perkasa yang tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya, dan Maha Bijaksana yang menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang tepat.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah kabar gembira sekaligus pelajaran berharga bagi kita semua. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru, Islam membangun sebuah komunitas yang kuat, saling menguatkan seperti bangunan yang kokoh. Ketika seorang mukmin melihat saudaranya lalai, ia mengingatkan dengan penuh kasih sayang. Ketika melihat saudaranya berbuat salah, ia menasihati dengan hikmah. Inilah keindahan ukhuwah imaniyah.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin diri. Sudahkah kita menjadi penolong bagi saudara-saudara kita? Sudahkah kita saling mengingatkan dalam kebaikan? Sudahkah kita menegakkan shalat dan menunaikan zakat sebagai bukti keimanan kita?

Kabarlah gembira, wahai saudaraku! Janji Allah itu pasti. Barang siapa yang menghiasi dirinya dengan sifat-sifat mulia ini, maka rahmat Allah akan senantiasa mengiringi langkahnya, di dunia maupun di akhirat. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih agung selain mendapatkan rahmat dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mari kita perkuat tali persaudaraan, saling menasihati dalam kebenaran, dan bersama-sama meniti jalan menuju ridha-Nya.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 69-73 — At-Taubah

69كَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُم بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
(keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
70أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
71وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
72وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.
73يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
At-TaubahIndeks Quran
129Ayat
MadaniyahRevelation
71Ayat

Terjemah — At-Taubah 71

Surat At-Taubah Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah)…

Surat Ayat 71/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu