Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْعَرْشِ: singgasana atau tempat duduk kerajaan yang agung.
- وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا: mereka bersujud kepadanya sebagai penghormatan dan penghargaan, bukan sujud ibadah.
- تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ: makna dan wujud nyata dari mimpiku yang dulu.
- الْبَدْوِ: daerah pedalaman/padang pasir tempat tinggal orang Badui.
- نَزَغَ: merusak, mengganggu, dan menimbulkan perselisihan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang penuh berkah ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan momen pertemuan yang mengharukan antara Nabi Yusuf 'alaihis salam dengan kedua orang tuanya serta saudara-saudaranya di Mesir. Setelah sekian lama berpisah dan melalui berbagai ujian berat, Allah mempertemukan kembali keluarga yang tercerai-berai itu.
Nabi Yusuf 'alaihis salam mempersilakan ayah dan ibunya duduk di atas singgasana kerajaan di sampingnya sebagai bentuk penghormatan yang agung. Kemudian kedua orang tuanya dan kesebelas saudaranya bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan, sebagaimana tradisi yang berlaku pada syariat mereka saat itu. Perlu digarisbawahi bahwa sujud ini bukanlah sujud ibadah, melainkan sekadar penghormatan yang diperbolehkan dalam syariat para nabi terdahulu. Adapun dalam syariat Islam, sujud penghormatan seperti ini telah diharamkan untuk menutup pintu menuju kesyirikan, karena penghormatan yang paling agung hanyalah kepada Allah semata.
Pada saat yang penuh haru itu, Nabi Yusuf 'alaihis salam berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku yang dahulu kuceritakan kepadamu, bahwa sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadaku. Kini Allah telah menjadikannya kenyataan yang nyata." Beliau kemudian mengingatkan segala kebaikan Allah yang telah dilimpahkan kepadanya: Allah telah mengeluarkannya dari penjara dengan penuh kemuliaan, dan mendatangkan keluarganya dari pedalaman padang pasir menuju ke Mesir, setelah sebelumnya setan merusak hubungan kasih sayang antara beliau dan saudara-saudaranya. Namun Allah mempertemukan mereka kembali dalam keadaan yang lebih baik.
Menariknya, Nabi Yusuf 'alaihis salam tidak menyebutkan ujian berat yang paling menyakitkan, yaitu ketika beliau dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri. Beliau hanya menyebut penjara, sebagai bentuk kelembutan dan kehalusan budi pekerti agar tidak mempermalukan saudara-saudaranya di hadapan ayah mereka. Ini adalah pelajaran agung tentang memaafkan dan menutupi aib orang lain.
Di akhir ayat, Nabi Yusuf 'alaihis salam menutup ucapannya dengan pujian kepada Allah: "Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." Ini adalah pengakuan bahwa Allah mengatur segala sesuatu dengan kelembutan dan kebijaksanaan-Nya yang sempurna, mengetahui kemaslahatan hamba-hamba-Nya, dan tidak ada satu pun peristiwa yang terjadi melainkan di baliknya terdapat hikmah yang agung.
Hikmah dan Pelajaran:
Sungguh indah kisah ini! Ia mengajarkan kita bahwa setelah kesulitan yang panjang pasti datang kemudahan, sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." Ujian yang menimpa Nabi Yusuf—dimulai dari dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, difitnah, hingga dipenjara—semuanya berakhir dengan kemuliaan yang luar biasa. Ini menjadi bukti nyata bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang sabar dan bertawakal.
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang keutamaan memaafkan. Nabi Yusuf 'alaihis salam tidak membalas kejahatan saudara-saudaranya, bahkan dengan lembut ia menyembunyikan kesalahan mereka dan mendoakan kebaikan. Sikap pemaaf ini adalah akhlak para nabi dan orang-orang mulia. Mari kita teladani, wahai saudaraku! Jika kita ingin dimaafkan oleh Allah, maka maafkanlah kesalahan sesama manusia. Jika kita ingin dicintai Allah, maka berbuat baiklah kepada orang-orang yang pernah menyakiti kita.
Dan yang terpenting, di balik setiap peristiwa dalam hidup ini—baik suka maupun duka—Allah Maha Lembut dan Maha Bijaksana. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semuanya dalam pengaturan-Nya yang sempurna. Maka perbanyaklah bersabar dan bersyukur, niscaya engkau akan melihat keajaiban-keajaiban kasih sayang Allah dalam hidupmu.
📜 Ayat 98-102 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 100
Surat Yusuf Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka…Surat Ayat 100/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








