Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Mulk: Kekuasaan dan kerajaan, khususnya kekuasaan atas tanah Mesir.
- Ta'wil al-Ahadits: Penafsiran dan pemahaman mimpi-mimpi serta peristiwa-peristiwa yang memerlukan penakwilan.
- Fathir: Pencipta yang mengadakan sesuatu dari tiada tanpa contoh sebelumnya.
- Tawaffani: Wafatkanlah aku, cabutlah nyawaku.
- Al-Hiqni: Gabungkanlah aku, pertemukanlah aku.
Tafsir Lengkap:
Ayat yang mulia ini adalah doa Nabi Yusuf 'alaihis salam yang beliau panjatkan setelah Allah mengumpulkan kembali keluarganya dan mengukuhkan kekuasaannya di bumi Mesir. Di tengah kenikmatan dunia yang melimpah, Nabi Yusuf tidak lupa kepada Allah, bahkan beliau justru merendahkan diri di hadapan-Nya seraya berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan di negeri Mesir, dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ilmu tentang takwil mimpi dan pemahaman terhadap berbagai peristiwa."
Perhatikanlah kerendahan hati Nabi Yusuf! Beliau berkata "sebagian kekuasaan" dan "sebagian ilmu", meskipun pada hakikatnya beliau telah diberi kekuasaan yang sangat besar dan ilmu yang luas. Ini mengajarkan kita bahwa seorang mukmin yang bijak tidak akan pernah merasa sombong dengan apa yang Allah berikan, karena semua itu hanyalah titipan dan karunia dari Allah semata.
Kemudian beliau menyebut sifat Allah yang agung: "Wahai Pencipta langit dan bumi!" Yakni, Allah yang menciptakan seluruh alam ini dari ketiadaan tanpa contoh sebelumnya. Beliau mengakui bahwa segala sesuatu berada di tangan Allah, dan Allah adalah pelindung serta pengatur segala urusannya di dunia dan di akhirat. Tidak ada satu pun urusan yang luput dari pengaturan Allah, baik yang kecil maupun yang besar.
Kemudian beliau memanjatkan permohonan yang sangat indah dan penuh makna: "Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam (berserah diri kepada-Mu), dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh." Ini adalah puncak harapan seorang hamba yang shalih — bukan meminta panjang umur atau kekayaan dunia, melainkan memohon husnul khatimah (akhir yang baik) dan ditempatkan bersama para nabi dan orang-orang saleh di akhirat kelak.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Ketika seseorang telah mencapai puncak kesuksesan duniawi, justru saat itulah ia harus semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh. Kekuasaan dan ilmu yang dimiliki Nabi Yusuf tidak membuatnya lupa akan hakikat kehidupan yang fana ini. Beliau sadar bahwa kenikmatan dunia tidak akan kekal, sehingga beliau memohon kepada Allah agar diberikan akhir yang baik.
Saudaraku, marilah kita meneladani doa Nabi Yusuf ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita meraih keberhasilan, janganlah lupa bersyukur dan merendahkan diri di hadapan Allah. Ketika kita diberikan ilmu dan pemahaman, janganlah sombong, tetapi gunakanlah untuk kebaikan. Dan yang terpenting, jangan pernah lupa untuk memohon kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadaan Islam dan digabungkan dengan orang-orang saleh.
Sungguh, inilah doa yang menunjukkan kematangan iman seseorang — ia tidak terpukau oleh gemerlap dunia, tetapi selalu merindukan pertemuan dengan Allah dalam keadaan yang diridhai-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh dan diberikan husnul khatimah seperti Nabi Yusuf 'alaihis salam. Aamiin.
📜 Ayat 99-103 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 101
Surat Yusuf Ayat 101 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan…Surat Ayat 101/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 99–103. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








