Al-Baqarah · 218/286
Terjemah Transliterasi — Al-Baqarah
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ۝٢١٨
Innal lazeena aamanoo wallazeena haajaroo wa jaahadoo fee sabeelil laahi ulaaaika yarjoona rahmatal laah; wallaahu Ghafoorur Raheem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Sulit:

  • Āmanū: Membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.
  • Hājarū: Meninggalkan kampung halaman dan tanah air demi menegakkan agama Allah.
  • Jāhadū: Berperang dan bersungguh-sungguh melawan musuh-musuh Allah.
  • Yarjūna: Mengharap dengan penuh keyakinan dan ketundukan, bukan sekadar berangan-angan.

Tafsir Ayat:

Wahai saudaraku seiman, ayat yang mulia ini turun sebagai kabar gembira yang sangat agung bagi mereka yang beriman dan berhijrah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, membenarkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, serta mengamalkan syariat-Nya dengan penuh keikhlasan—mereka itulah golongan pertama yang disebut dalam ayat ini.

Kemudian Allah menyebutkan golongan kedua, yaitu mereka yang berhijrah—meninggalkan kampung halaman, harta benda, dan keluarga tercinta demi membela agama Allah. Mereka rela berpisah dengan segala yang mereka cintai di dunia karena kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya lebih besar daripada segala-galanya.

Dan golongan ketiga adalah mereka yang berjihad di jalan Allah, yakni berperang dan bersungguh-sungguh melawan kaum musyrikin agar kalimat Allah (agama Islam) menjadi yang tertinggi di muka bumi. Mereka mengorbankan jiwa dan raga demi menegakkan kalimat tauhid.

Allah kemudian menyebutkan bahwa mereka semua—para mukmin, muhajirin, dan mujahidin—mengharapkan rahmat Allah. Perhatikanlah, mereka yang telah berkorban sedemikian besar tetap tidak merasa aman dari siksa Allah dan tidak menganggap amal mereka sudah cukup. Mereka tetap merasa butuh kepada rahmat dan kasih sayang Allah. Inilah sifat hamba-hamba yang tawadhu' dan ikhlas.

Kemudian Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang agung: Al-Ghafūr (Maha Pengampun) dan Ar-Rahīm (Maha Penyayang). Ini adalah jaminan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka dan melimpahkan rahmat-Nya yang luas kepada mereka.

Saudaraku, renungkanlah keindahan ayat ini! Allah tidak berkata bahwa mereka "pasti mendapat" rahmat, tetapi mereka "mengharap" rahmat Allah. Ini mengajarkan kita bahwa antara seorang hamba dan Tuhannya, selalu ada ruang untuk harapan dan doa. Namun harapan yang dimaksud di sini bukanlah harapan yang pasif, melainkan harapan yang lahir dari amal nyata—iman, hijrah, dan jihad.

Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa pengorbanan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Setiap tetes keringat, setiap langkah hijrah, setiap luka di medan jihad—semuanya dicatat dan akan dibalas dengan rahmat yang tiada tara. Maka janganlah pernah merasa berat untuk berkorban di jalan Allah, karena balasan-Nya jauh lebih besar dari segala pengorbanan kita.

Dan ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa rahmat Allah itu begitu luas dan dekat. Allah tidak hanya menerima amal orang-orang yang sempurna, tetapi juga mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat dan berusaha memperbaiki diri. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Teruslah beriman, berhijrah dari segala kemaksiatan menuju ketaatan, dan berjihad melawan hawa nafsu serta musuh-musuh Allah sesuai kemampuan kita. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 216-220 — Al-Baqarah

216كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
217يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
218إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
219۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,
220فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Al-BaqarahIndeks Quran
286Ayat
MadaniyahRevelation
218Ayat

Terjemah — Al-Baqarah 218

Surat Al-Baqarah Ayat 218 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di…

Surat Ayat 218/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 216–220. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu