Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Āmanū: Membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.
- Hājarū: Meninggalkan kampung halaman dan tanah air demi menegakkan agama Allah.
- Jāhadū: Berperang dan bersungguh-sungguh melawan musuh-musuh Allah.
- Yarjūna: Mengharap dengan penuh keyakinan dan ketundukan, bukan sekadar berangan-angan.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, ayat yang mulia ini turun sebagai kabar gembira yang sangat agung bagi mereka yang beriman dan berhijrah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, membenarkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, serta mengamalkan syariat-Nya dengan penuh keikhlasan—mereka itulah golongan pertama yang disebut dalam ayat ini.
Kemudian Allah menyebutkan golongan kedua, yaitu mereka yang berhijrah—meninggalkan kampung halaman, harta benda, dan keluarga tercinta demi membela agama Allah. Mereka rela berpisah dengan segala yang mereka cintai di dunia karena kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya lebih besar daripada segala-galanya.
Dan golongan ketiga adalah mereka yang berjihad di jalan Allah, yakni berperang dan bersungguh-sungguh melawan kaum musyrikin agar kalimat Allah (agama Islam) menjadi yang tertinggi di muka bumi. Mereka mengorbankan jiwa dan raga demi menegakkan kalimat tauhid.
Allah kemudian menyebutkan bahwa mereka semua—para mukmin, muhajirin, dan mujahidin—mengharapkan rahmat Allah. Perhatikanlah, mereka yang telah berkorban sedemikian besar tetap tidak merasa aman dari siksa Allah dan tidak menganggap amal mereka sudah cukup. Mereka tetap merasa butuh kepada rahmat dan kasih sayang Allah. Inilah sifat hamba-hamba yang tawadhu' dan ikhlas.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang agung: Al-Ghafūr (Maha Pengampun) dan Ar-Rahīm (Maha Penyayang). Ini adalah jaminan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka dan melimpahkan rahmat-Nya yang luas kepada mereka.
Saudaraku, renungkanlah keindahan ayat ini! Allah tidak berkata bahwa mereka "pasti mendapat" rahmat, tetapi mereka "mengharap" rahmat Allah. Ini mengajarkan kita bahwa antara seorang hamba dan Tuhannya, selalu ada ruang untuk harapan dan doa. Namun harapan yang dimaksud di sini bukanlah harapan yang pasif, melainkan harapan yang lahir dari amal nyata—iman, hijrah, dan jihad.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa pengorbanan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Setiap tetes keringat, setiap langkah hijrah, setiap luka di medan jihad—semuanya dicatat dan akan dibalas dengan rahmat yang tiada tara. Maka janganlah pernah merasa berat untuk berkorban di jalan Allah, karena balasan-Nya jauh lebih besar dari segala pengorbanan kita.
Dan ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa rahmat Allah itu begitu luas dan dekat. Allah tidak hanya menerima amal orang-orang yang sempurna, tetapi juga mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat dan berusaha memperbaiki diri. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pernah meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun. Teruslah beriman, berhijrah dari segala kemaksiatan menuju ketaatan, dan berjihad melawan hawa nafsu serta musuh-musuh Allah sesuai kemampuan kita. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
📜 Ayat 216-220 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 218
Surat Al-Baqarah Ayat 218 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di…Surat Ayat 218/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 216–220. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








