Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ: Hampir selesainya masa idah (tunggu) mereka.
- فَأَمْسِكُوهُنَّ: Rujuklah (kembalilah) kepada mereka.
- بِمَعْرُوفٍ: Dengan cara yang baik menurut syariat dan kebiasaan yang layak.
- أَوْ سَرِّحُوهُنَّ: Atau lepaskanlah mereka (biarkan hingga idah selesai).
- ضِرَارًا: Dengan maksud menyakiti dan menzalimi.
- لِتَعْتَدُوا: Agar kalian melampaui batas terhadap hak-hak mereka.
- هُزُوًا: Bahan ejekan dan permainan.
Tafsir Ayat:
Wahai para suami yang beriman, apabila kalian menceraikan istri-istri kalian dan masa idah mereka hampir berakhir, maka saat itu kalian berada di persimpangan dua pilihan yang adil: rujuklah mereka dengan cara yang baik — yaitu dengan niat tulus untuk memperbaiki hubungan, memenuhi hak-hak mereka, dan bergaul dengan penuh kasih sayang — atau lepaskanlah mereka dengan cara yang baik pula, yakni biarkan mereka menyelesaikan idahnya hingga bebas sepenuhnya untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Allah melarang keras sikap ketiga yang kejam, yaitu menahan mereka hanya untuk menyakiti — seperti merujuk lalu menceraikan lagi, atau memperpanjang masa idah dengan tujuan menzalimi dan mempersempit ruang gerak mereka. Ini adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah. Barangsiapa melakukan hal itu, sungguh ia telah menzalimi dirinya sendiri, karena ia menghadapkan dirinya pada murka Allah dan azab-Nya yang pedih, serta merusak kehormatan dan ketenangan rumah tangga yang seharusnya menjadi ladang kebaikan.
Kemudian Allah mengingatkan: "Janganlah kalian menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan dan permainan." Maksudnya, jangan mempermainkan hukum-hukum Allah — seperti seseorang yang menceraikan istrinya lalu berkata, "Aku hanya bercanda," atau memperlakukan aturan syariat dengan ringan dan tidak serius. Ayat-ayat Allah adalah petunjuk yang mulia, bukan untuk dijadikan lelucon.
Allah juga mengajak hamba-hamba-Nya untuk mengingat nikmat Allah yang agung, yaitu nikmat Islam dan penjelasan hukum-hukum yang terperinci. Dan ingatlah apa yang Allah turunkan kepada kalian berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah (al-Hikmah) — keduanya adalah cahaya yang menerangi jalan hidup, sumber kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah memberikan nasihat dan peringatan melalui keduanya agar kalian tidak tersesat.
Terakhir, Allah berfirman: "Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Ini adalah panggilan yang penuh kasih dari Rabb Yang Maha Penyayang — agar kalian senantiasa menjaga diri dari perbuatan zalim, karena Allah melihat dan mengetahui setiap niat, setiap gerak, dan setiap perbuatan kalian. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan membalas setiap amal dengan keadilan-Nya yang sempurna.
Pesan Dakwah:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan dan kasih sayang, bahkan dalam urusan yang paling sensitif sekalipun seperti perceraian. Islam tidak pernah membiarkan seorang wanita menjadi korban permainan suami yang tidak bertanggung jawab. Setiap hukum Allah pasti memiliki hikmah yang dalam untuk melindungi kemuliaan manusia.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup yang benar-benar kita hormati dan amalkan dengan sungguh-sungguh. Jangan pernah meremehkan perintah Allah, karena kebahagiaan sejati hanya akan diraih oleh orang-orang yang bertakwa dan selalu merasa diawasi oleh Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Sungguh, berpegang teguh pada syariat adalah kunci ketenangan hati dan keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.
📜 Ayat 229-233 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 231
Surat Al-Baqarah Ayat 231 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, maka…Surat Ayat 231/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 229–233. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








