Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata Penting:
- عَلَىٰ أَمْرٍ جَامِعٍ: perkara yang mengumpulkan mereka, seperti urusan jihad, salat Jumat, salat Id, atau musyawarah untuk kemaslahatan umat.
- لَمْ يَذْهَبُوا: tidak pergi atau bercerai-berai.
- يَسْتَأْذِنُوهُ: meminta izin kepada Nabi ﷺ untuk meninggalkan majelis.
- لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ: untuk sebagian keperluan atau urusan pribadi mereka.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang ciri-ciri orang mukmin yang sejati. Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya bukanlah sekadar pengakuan di lisan, tetapi keimanan yang meresap ke dalam hati dan tercermin dalam perilaku keseharian mereka. Salah satu bukti keimanan yang agung adalah ketika mereka berada bersama Rasulullah ﷺ dalam suatu perkara yang menyatukan kaum muslimin—baik itu untuk urusan jihad, salat berjamaah, musyawarah, atau kemaslahatan umum lainnya—mereka tidak akan begitu saja pergi meninggalkan majelis tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada beliau ﷺ. Sikap ini menunjukkan adab yang tinggi, penghormatan yang mendalam, dan ketundukan yang sempurna kepada pemimpin mereka.
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian menegaskan bahwa orang-orang yang meminta izin kepada Rasulullah ﷺ ketika hendak pergi untuk suatu keperluan, merekalah hamba-hamba yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebaliknya, orang yang pergi tanpa izin menunjukkan kurangnya adab dan keimanan yang belum sempurna dalam hatinya. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: bahwa keimanan itu bukan sekadar kata-kata, tetapi juga tercermin dalam sikap hormat dan kepatuhan kita kepada pemimpin dan ulil amri dalam perkara yang ma'ruf.
Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya ﷺ: apabila mereka meminta izin kepadamu untuk sebagian keperluan mereka yang sah dan dibenarkan, maka berilah izin kepada siapa saja yang engkau kehendaki di antara mereka, karena engkau memiliki kewenangan untuk menimbang maslahat. Dan setelah mereka pergi dengan izin tersebut, doakanlah mereka dengan memohonkan ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan merahmati mereka dengan kasih sayang-Nya yang luas.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah adab yang sangat indah dalam kehidupan bermasyarakat dan berjamaah. Bayangkan betapa mulianya akhlak para sahabat radhiyallahu 'anhum ketika berada di majelis Rasulullah ﷺ—mereka tidak berani bergerak atau pergi tanpa izin beliau. Ini adalah cermin bagi kita: betapa pentingnya menghormati pemimpin, menghargai kebersamaan, dan tidak egois dalam urusan bersama.
Marilah kita renungkan, jika adab kepada Rasulullah ﷺ saja sedemikian rupa, maka tentu kita juga harus menjaga adab dalam setiap majelis ilmu, pertemuan keluarga, atau perkumpulan organisasi. Janganlah kita menjadi orang yang datang dan pergi sesuka hati tanpa menghargai aturan dan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Karena sesungguhnya, keimanan itu bukan hanya urusan hati dengan Allah, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengan sesama dengan penuh adab dan kasih sayang.
Dan lihatlah betapa indahnya ajaran Islam ini—ketika seseorang memiliki keperluan yang mendesak, ia diperbolehkan meminta izin untuk pergi, dan pemimpinnya diperintahkan untuk memberikan izin dengan bijaksana serta mendoakannya. Tidak ada paksaan, tidak ada kekakuan, tetapi semua berjalan dengan saling pengertian dan doa. Inilah keindahan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dengan benar, beradab dengan indah, dan senantiasa mendapat ampunan serta rahmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 62
Surat An-Nur Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada…Surat Ayat 62/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








