Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- وَصَّيْنَا: Kami telah memberikan wasiat dan perintah yang tegas.
- حُسْنًا: Kebaikan yang sempurna dalam perkataan dan perbuatan.
- جَاهَدَاكَ: Keduanya bersungguh-sungguh dan berusaha keras memaksamu.
- لِتُشْرِكَ بِي: Agar engkau mempersekutukan Aku dalam ibadah.
- مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ: Sesuatu yang tidak ada pengetahuan bagimu tentang kebenarannya, karena syirik itu adalah kebatilan yang nyata.
- فَلَا تُطِعْهُمَا: Maka janganlah engkau menuruti keduanya dalam hal kemaksiatan tersebut.
- مَرْجِعُكُمْ: Tempat kembali kalian semua.
Tafsir Lengkap:
Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang melimpah memberikan wasiat yang sangat agung kepada setiap manusia, yaitu agar berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ini bukan sekadar anjuran biasa, melainkan perintah yang tegas dan mengikat. Berbuat baik kepada kedua orang tua mencakup segala bentuk kebaikan—baik dalam perkataan yang lembut, sikap yang penuh hormat, maupun perbuatan yang bermanfaat bagi keduanya. Seorang anak diperintahkan untuk selalu berusaha membahagiakan kedua orang tuanya, meringankan beban mereka, dan mendoakan mereka dengan penuh kasih sayang.
Namun, di tengah perintah mulia ini, Allah memberikan batasan yang sangat jelas dan tegas. Apabila kedua orang tua berusaha dengan keras memaksa anaknya untuk mempersekutukan Allah—misalnya dengan menyembah berhala, patung, atau makhluk lain yang tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali—maka dalam kondisi seperti ini, anak tidak boleh menuruti kemauan mereka. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang sesungguhnya: ketaatan kepada makhluk tidak boleh melanggar ketaatan kepada Sang Pencipta. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal yang merupakan kemaksiatan kepada Allah. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh sahabat Sa'ad bin Abi Waqqas radhiyallahu 'anhu, yang ibunya bersumpah tidak akan makan dan minum hingga Sa'ad meninggalkan agamanya, namun beliau tetap teguh memegang keimanannya. Allah memerintahkan untuk tetap berbuat baik kepada keduanya, tetapi tidak boleh mengikuti mereka dalam kesyirikan.
Ketegasan dalam masalah akidah ini bukanlah bentuk durhaka kepada orang tua, melainkan wujud kecintaan yang hakiki kepada mereka. Sebab, keselamatan di akhirat jauh lebih penting daripada sekadar menyenangkan hati orang tua di dunia yang hanya sementara. Allah kemudian mengingatkan bahwa kepada-Nya lah tempat kembali semua manusia, baik yang taat maupun yang bermaksiat. Pada hari kiamat nanti, Allah akan memberitahukan segala amal perbuatan yang telah dilakukan di dunia—yang baik maupun yang buruk—dan memberikan balasan yang setimpal atas semuanya.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa indahnya ajaran Islam ini. Islam mengajarkan keseimbangan yang sempurna: berbakti kepada orang tua dengan penuh kasih sayang, namun tetap teguh di atas akidah yang murni. Jika orang tua kita berada dalam kesyirikan atau kemaksiatan, maka tugas kita adalah tetap berbuat baik kepada mereka, mendoakan mereka dengan tulus agar Allah memberikan hidayah, dan berdakwah kepada mereka dengan cara yang bijaksana dan penuh kelembutan. Jangan pernah putus asa mendoakan mereka, karena hidayah itu datangnya dari Allah semata. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia akan membalas setiap kebaikan yang kita lakukan dengan balasan yang jauh lebih baik.
📜 Ayat 6-10 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 8
Surat Al-'Ankabut Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya.…Surat Ayat 8/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








